View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Sebaran Sensitifitas Kulit Terhadap Alergen Ascaris suum Pada Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Pusat Studi Satwa Primata IPB Dibedakan Atas Jenis Pengandangan

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (2.448Mb)
      Date
      2008
      Author
      Dayef, Fhoci Stella
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Asma merupakan bentuk alergi yang paling signifikan pada manusia, yang disebabkan dua faktor yaitu eksogen dan endogen. Faktor eksogen berupa paparan alergen dari lingkungan sekitar dan faktor endogen bempa genetik, usia, jenis kelamin dan ras. Asma diderita oleh sekitar 5% orang dewasa. Dengan peningkatan jumlah penderita sampai dengan 73% setiap tahunnya, ha1 ini menunjukkan pengobatan yang ada saat ini belum memadai dan penelitian lebih lanjut untuk menemukan pengobatan yang lebih ampuh masih perlu terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan melakukan penapisanl sreening pada Macaca fascicularis dengan mendeteksi, menghitung dan mendokumentasikan reaksi yang ditimbulkan oleh alergen yang disuntikkan yaitu adanya lingkaran injeksil wheal dan kemerahanlflare. Hewan coba dalam penelitian ini adalah Macaca fascicularis dengan jumlah total 147 ekor yang disensitisasi dengan alergen (ekstrak Ascaris suum) melalui injeksi intradermal. Alasan penggunaan Macaca fascicularis sebagai hewan model dalam penelitian ini adalah karena sistem imun pada Macaca fascicularis yang lebih menyerupail mirip dengan sistem imun pada manusia dibandingkan dengan sistem imun pada hewan model lainnya terutarna dari ordo rodensia, misalnya mencit. Macaca fascicularis yang digunakan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kandang. Ekstrak A. suum digunakan karena dapat menimbulkan reaksi hipersensitifitas pada hewan coba. Hasil penelitian menunjukkan 58% dari hewan coba yaitu 85 ekor memiliki sensitifitas alami terhadap paparan A. suum. Disimpulkan uji kulit yang dilakukan pada Macaca fascicularis, baik yang dikandangkan pada kandang individu maupun kandang kelompok dengan ekstrak A. suum menginduksi reaksi hipersensitifitas tipe I dengan prevalensi 54% (kandang individu) dan 59% (kandang kelompok) serta menunjukkan potensi hewan ini menjadi hewan model untuk penelitian asma.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/50289
      Collections
      • UT - Animal Disease and Veterinary Health [1241]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository