Pengembangan TeknoIogi Pengolahan Limbah Industri (Kasus lnstalasi Pengolahan Airlimbah Industri Pulp dan Kertas di Bekasi)
Abstract
Industri pulp dan kertas merupakan salah satu industri yang banyak memerlukan air dan bahan kimia. Pencemaran oleh industri ini terutama ditimbulkan dari proses pembuatan pulp (pulping). Untuk mencegah timbulnya pencemaran akibat pengolahan air limbah yang belum memenuhi baku mutu air buangan industri, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri harus selalu dikontrol dan dievaluasi kinerjanya. Hasil evaluasi IPAL ini dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan optimalisasi, perbaikan dan modifikasi IPAL guna meningkatkan kinerja IPAL tersebut. IPAL di salah satu industri pulp dan kertas di Bekasi telah lama di bangun (sejak tahun 1988) dan belum pernah dilakukan evaluasi kinerjanya. Dari hasil evaluasi ternyata total suspended solid (TSS) air buangan dari IPAL tersebut masih di atas baku mutu limbah buangan industri pulp dan kertas. Hal ini disebabkan karena beberapa peralatan proses sedimentasi dan pengendaliannya telah rusak dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa penggunaan tawas yang optimal untuk sedimentasi adalah 202,5 mg/l air limbah. Sedangkan kenyataannya pengunaan tawas di lapangan rata-rata hanya 104,9 mg/l air limbah. Adanya bukti pengoperasian IPAL yang tidak dalam kondisi optimumnya ini, maka untuk meningkatkan kualitas air buangan tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi proses terlebih dahulu, kemudian baru dilakukan modifikasi-modifikasi terhadap peralatan yang ada di IPAL tersebut seperti peralatan sedimentasi.


