Analisis kebijakan pengembangan pariwisata bahari dalam rangka meningkatkan keragaan perekonomian wilayah Kabupaten Padang Pariaman
Abstract
Permasalahan mendasar yang dihadapi oleh Pemerintah Daerah
Kabupaten Padang Pariaman dalam era otonomi adalah masalah penerimaan
keuangan daerah, karena sebelumnya sumber penerimaan keuangan daerah
sangat tergantung kepada bantuan pemerintah pusat. Untuk meningkatkan
penerimaan keuangan daerah pada kondisi sekarang sektor pariwisata
berpotensi untuk dikembangkan.
Wilayah pesisir Kabupaten Padang Pariaman berpotensi untuk
pengembangan pariwisata bahari, karena memiliki keunggulan komparatif
(comparative advantage) dan keunggulan kompetitif (competitive advantage) bila
dibandingkan dengan jenis wisata lainnya maupun dengan jenis wisata yang
sama di daerah lainnya di Propinsi Sumatera Barat. Melalui pengembangan
pariwisata bahari akan dapat akan dapat meningkatkan keragaan perekonomian
wilayah Kabupaten Padang Pariaman secara berkelanjutan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa di Kabupaten Padang Pariaman
terdapat 8 lokasi objek wisata bahari, sedangkan yang baru dikelola hanya 2
lokasi yaitu Objek Wisata Pantai Gandoriah di Kecamatan Pariaman Tengah dan
Objek wisata Pantai Arta di Kecamatan Sungai Limau.
Selama periode 1995-1999 telah mulai terjadi transformasi struktur
perekonomian Kabupaten Padang Pariaman, yaitu dari sektor primer ke sektor
jasa (analisis shift shar). Sektor pariwisata bahari yang termasuk dalam
kelompok sektor jasa adalah merupakan sektor basis dalam perekonomian
(analisis location quotient), karena nilai LQ>1 Disamping itu telah memberikan
peranan yang berarti dalam perekonomian, terutama kontribusinya terhadap
PDRB, PAD, dan PADS serta telah memberikan lapangan pekerjaan baru bagi
masyarakat.
Collections
- MF - Fisheries [3361]


