View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan BAP dan 2,4-D dalam kultur in vitro Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume, 1837)

      Thumbnail
      View/Open
      Undergraduate Thsis (2.692Mb)
      Date
      2007
      Author
      Rohmah, Siti Nuraeni
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Iles-iles (Amorphophallus muelleri )adalah salah satu jenis tumbuhan dari famili Araceae yang umbinya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif. Selain itu Iles-Iles merupakan sumber glukomannan tertinggi dibandingkan jenis lain. Kandungan mannannya yang tinggi mengakibatkan tingginya permintaan pasar. Namun ketersediaannya di alam belum mencukupi permintaan tersebut, sehingga diperlukan teknik budidaya yang lebih efisien dibandingkan teknik konvensional dan salah satunya melalui kultur in vitro. Selain itu dapat dijadikan sebagai rujukan pelestarian Amorphophallus titanum (Bungai Bangkai). Eksplan yang digunakan biji Iles-iles yang sebelumnya telah dikulturkan. Biji tersebut diiris dengan ketebalan ± 5 mm, kemudian ditanam dalam media MS (Murashige & Skoog) yang mengandung zat pengatur tumbuh Sitokinin (BAP) dan Auksin (2,4-D) dengan konsentrasi masing-masing 0; 0,5; 1; 1,5; 2 ppm. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 ulangan. Pengamatan dilakukan selama 16 MST, dengan rincian 0-7 MST rak penyimpanan kultur ditutup kain hitam dan 8-16 MST kain hitam pada rak dibuka. Pengamatan eksplan terdiri dari penggunaan scoring dan pengamatan visual terhadap eksplan. Persentase pembentukan kalus tertinggi ditunjukkan oleh eksplan dengan perlakuan 2,4-D 1 ppm sebesar 40%. Pembentukan tunas tertinggi oleh perlakuan BAP 1 ppm sebesar 40%. Sedangkan daun hanya terbentuk pada media BAP saja dengan persentase tertinggi pada perlakuan 0,5 ppm dan 1,5 ppm sebesar 13,3%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/49596
      Collections
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism [2502]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository