Analisis Model Pengelolaan Hutan Kemiri Rakyat di Kabupaten Maros Propinsi Sulawesi Selatan
Date
1999Author
Yusran
Darusman, Dudung
Kusmana, Cecep
Kartodiharjo, Hariadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengusahaan kemiri rakyat di Kabupaten Maros telah dilakukan masyarakat secara
turun temurun. Berdasarkan kategori luas lahan petani, sebagian besar (54 %) mempunyai
lahan kemiri seluas 1 - 2 hektar, dengan rata-rata luas pemilikan lahan kemiri 1,87 Ha atau
62,54 % dari total luas pemilikan lahan. Pola pengelolaan kemiri rakyat masih dilakukan secara
sederhana tanpa pemeliharaan secara intensif. Sistem pengusahaan tanah bersifat individual,
orientasi pengusahaan komersil dan pola pengelolaan sebagian besar mumi kemiri (87%).
Hasil pengukuran potensi memperlihatkan sebanyak 79% kemiri rakyat di kabupaten
Maros termasuk kategori umur yang tidak produktif (umur tua), dengan rata-rata jumlah pohon
216 perhektar dan volume kayu 169,63 M³/Ha. Sedangkan umur produktif hanya sebesar 19%
dengan jumlah pohon 331 perhektar dan volume kayu 147,84 M³/Ha. Produktifitas kemiri
perhektar sebesar 72,10 Kg/Ha atau hanya 16,2% dari rata-rata produksi kemiri nasional. Hal
ini menunjukkan komposisi tegakan yang tidak ideal, sehingga kelestarian dan kontinuitas
produksi terancam.
Collections
- MF - Forestry [1610]


