Karakteristik dan genesis gambut pedalaman pada substratum pasir dan liat di Kalimantan Tengah serta potensinya untuk pertanian
Date
2001Author
Nurhayati
Hardjowigeno, Sarwono
Mulyanto, Budi
Hardjosubroto, Subagjo
Metadata
Show full item recordAbstract
Gambut pedalaman belum banyak dimanfaatkan, hal ini karena umumnya mempunyai tingkat kesuburan alami rendah. Rendahnya tingkat kesuburan ini berhubungan dengan tanah mineral yang menjadi substratum gambut tersebut berupa pasir kuarsa dan liat yang miskin unsur hara. Miskinnya unsur hara disebabkan oleh tidak adanya pengaruh luapan pasang air laut dan kurangnya pengkayaan dari daerah hulu sungai. Dalam penelitian ini dipelajari karakteristik, genesis, dan potensi gambut untuk pertanian. Untuk tujuan tersebut dilakukan penelitian pada lokasi bekas wilayah Proyek Pengembangan Lahan Gambut 1 juta hektar Kalimantan Tengah yang mewakili gambut pedalaman bersubstratum pasir (Daerah Kerja C) dan substratum liat (Daerah Kerja B). Dalam studi ini dilakukan deskripsi profil di lapangan, analisis sifat fisik, kimia, mineral, dan mikromorfologi pada ketebalan gambut yang berbeda, serta pengkajian terhadap pedogenesis gambut dan menghubungkan dengan potensi pertanian. Gambut substratum pasir berada jauh dari sungai sedangkan substratum liat dekat dari sungai. Gambut substratum pasir memiliki pH, basa-basa dan P total yang rendah daripada gambut substratum liat. Dari hasil analisis mineralogi substratum pasir terdiri dari hanya mineral kuarsa, sedangkan substratum liat terdiri dari mineral kaolinit, illit, klorit, dan kuarsa. Jika dilihat dari mikromorfologi irisan tipis, tingkat pelapukan saprik gambut substratum pasir berbeda dengan liat. Hasil pengamatan mikromorfologi menunjukkan bahwa, pada substratum pasir banyak ditemukan fragmen tanaman kasar sedangkan di substratum liat sedikit fragmen tanaman.
Collections
- MF - Agriculture [4156]


