Analisis kandungan logam berat Hg, Cd dan Pb dalam air laut, sedimen dan tiram (Crassostrea cucullata) di Perairan Pesisir Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat
Date
2001Author
Fajri, Nur el
Dahuri, Rokhmin
Saeni, M. Sri
Widigdo, H. Bambang
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan perairan pesisir Kecamatan Pedes, Karawang dari bulan Juli sampai Oktober 1999. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh data dan informasi kandungan logam berat yang terdapat dalam air, sedimen dan biota: (2) mengetahui tingkat pencemaran logam; dan (3) mengetahui penyebaran logam berat di perairan pesisir Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi logam berat Hg, Cd dan Ph dalam kolom air dan sedimen bulan Juli - Oktober 1999, pada beberapa stasiun tidak terdeteksi. Konsentrasi Hg yang terdeteksi dalam kolom air berkisar antara 4 sampai 18 ppb; Cd berkisar antara 4 sampai 18 ppb; dan Pb berkisar antara 22 sampai 9.665 ppb, yang berarti telah melampaui ambang batas Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut menurut MENKLH (1988). Konsentrasi Hg yang terdeteksi dalam sedimen berkisar antara 4 sampai 362 ppb; Cd berkisar antara 12 sampai 7.995 ppb; dan Pb berkisar antara 6.330 sampai 65.800 ppb. Kisaran konsentrasi logam berat Cd telah melampaui kisaran yang ditetapkan menurut Reseau National d'Observation (RNO, 1981 dalam Razak 1986). Konsentrasi logam berat dalam tubuh tiram selama kurun waktu penelitian masing-masing adalah Hg berkisar antara 2 sampai 16 ppb; Cd berkisar antara 2 sampai 26 ppb; dan Pb berkisar antara 6 sampai 26 ppb, yang berarti kisaran ini lebih rendah dari maksimum cemaran logam berat dalam makanan menurut Depkes RI (1989). Logam berat dalam sedimen di lokasi penelitian lebih tinggi daripada dalam kolom air. Hal ini terjadi karena adanya proses pengendapan di dasar perairan. Sifat dari logam berat yang mudah mengikat bahan organik dan mengendap di dasar perairan dan terakumulasi dalam sedimen menyebabkan konsentrasi logam berat dalam sedimen lebih tinggi daripada dalam kolom air. Hasil analisis ragam antar stasiun dalam kolom air menunjukkan bahwa konsentrasi Hg berbeda sangat nyata (a = 0,01) pada bulan September, antara stasiun 1 dengan lainnya (F-hit 10). Konsentrasi Hg tertinggi adalah di stasiun 2 (depan muara) dan terendah terdapat pada stasiun 4 (sungai). Konsentrasi Pb dalam kolom air berbeda nyata (a = 0,05) pada bulan September, antara stasiun 1 dengan lainnya (F-hit 6,72). Konsentrasi Pb tertinggi adalah di stasiun 1 (kanan muara) dan terendah pada stasiun 4 (sungai). Hasil analisis ragam antar stasiun dalam sedimen menunjukkan bahwa konsentrasi Hg dalam sedimen berbeda sangat nyata (a = 0,01) pada bulan Juli (Fhit = 14,42) dan berbeda nyata (a = 0,05) pada bulan Agustus (Fhit = 6,15), antara stasiun 1 dengan lainnya. Konsentrasi Hg terendah adalah pada bulan Juli terdapat di stasiun 4 (sungai) dan tertinggi di stasiun 3 (kanan muara), sedangkan pada bulan Agustus konsentrasi terendah adalah di stasiun 3 (kiri muara) dan tertinggi di stasiun 4 (sungai). Hasil analisis ragam juga menunjukkan bahwa konsentrasi Pb dalam sedimen berbeda sangat nyata (a = 0,01) pada bulan Juli (Fhit = 25,83) dan berbeda nyata (a = 0,05) pada bulan September (Fhit = 5,03), antara stasiun 1 dengan lainnya. Konsentrasi Pb terendah adalah pada bulan Juli di stasiun 4 (sungai) dan tertinggi di stasiun 3 (kanan muara), sedangkan konsentrasi Pb tertinggi adalah pada bulan September di stasiun 1 (kanan muara) dan terendah di stasiun 4 (sungai). Hasil analisis ragan antar bulan pada tubuh tiram tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata.


