Analisis sosial ekonomi pemanfaatan kawasan hutan lindung mangrove dengan sistem tumpangsari yang berkelangsungan (kasus: RPH Cibuaya, BKPH Cikiong, KPH Purwakarta)
Abstract
Hutan mangrove terus mengalami penurunan kualitas surnberdaya, salah satu penyebabnya adalah konversi menjadi lahan tambak. RPH Cibuaya mengadopsi pola siIvoJishery dengan sistem pengkelasan. Pengkelasan terdiri dari Kelas I (mangrove 2 SO%), Kelas II (mangrove 60%-8OQ/o), Kelas III (mangrove 40%-59%), dan Kelas TV (mangrove < 40%). Penelitian dilakukan untuk menghit~ng manfaat sosial ekonomi pengelolaan mangrove-tambak dan menunjukkan nilai konservasi hutan mangrove melalui upaya rehabilitasi. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengisik kuesioner, pengamatan langsung dan penelurnran pustaka. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif (dengan pendekatan R-C ratio).

