Hubungan Dinamika Kelompok Tani terhadap Penerapan Teknologi Tanaman Sayuran Dataran Rendah (TSDR) di Wilayah Kerja BPP Teritip Kota Balikpapan
Date
2001Author
Effendi, Midiansyah
Slamet, Margono
Padmowiharjo, Soedijanto
Pulungan, Ismail
Metadata
Show full item recordAbstract
Penerapan inovasi teknologi TSDR dapat dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dengan metode pendekatan kelompok. Keterlibatan kelompok tani dalam menyebarkan informasi teknologi dapat ditelaah melalui kehidupan kelompok atau eksistensinya, dengan melihat sejauhmana kemampuan kelompok tani sebagai rangkaian pelaksanaan kegiatan kelompok, dan dijabarkan pada kemampuan kelompok yang bersifat rasional terhadap dinamika kelompok yang bersifat abstrak, bila dimiliki kelompok akan mendukung kedinamisan kelompok, sehingga akan rasional kalau kegiatan yang dilaksanakan melalui kemampuan kelompok terjawab. Akibatnya aktivitas seperti penerapan inovasi teknologi TSDR akan diadopsi secara cepat, lengkap, dan berkelanjutan, serta mampu memberikan kesejahteraan bagi petani anggota kelompok yang menerapkannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional terhadap 75 responden. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor paket teknologi yang tergolong rendah adalah pengairan, PHT, dan pemasaran. Faktor paket teknologi yang tergolong sedang adalah pemilihan benih/bibit, dan penanganan pasca panen. Sedangkan faktor paket teknologi yang tergolong tinggi adalah pengolahan tanah dan pemupukan. Faktor dinamika kelompok yang tergolong rendah adalah pembinaan kelompok, suasana kelompok dan tekanan kelompok. Faktor dinamika kelompok yang tergolong sedang adalah tujuan kelompok, struktur kelompok, fungsi kelompok, kekompakan kelompok dan efektivitas kelompok. Sedangkan faktor dinamika kelompok yang tergolong tinggi adalah kekompakan kelompok. Kemudian faktor kemampuan kelompok yang tergolong rendah adalah pengembangan fasilitas, pemupukan modal dan hubungan kelembagaan. Faktor kemampuan kelompok yang tergolong sedang adalah perencanaan kelompok, penyebaran informasi, kerjasama kelompok, mentaati perjanjian, pengembangan kader, dan keadaan darurat. Sedangkan faktor kemampuan kelompok yang tergolong tinggi hanyalah rasa bahagia dan bangga anggota.
Collections
- MF - Human Ecology [2473]


