Kompatibilitas bacillus spp. dan aktinomiset sebagai agens hayati Xanthomonas oryzae pv. oryzae dan pemicu pertumbuhan padi

IPB Repository

Kompatibilitas bacillus spp. dan aktinomiset sebagai agens hayati Xanthomonas oryzae pv. oryzae dan pemicu pertumbuhan padi

Show full item record

Title: Kompatibilitas bacillus spp. dan aktinomiset sebagai agens hayati Xanthomonas oryzae pv. oryzae dan pemicu pertumbuhan padi
Author: Putra, M. Candra
Abstract: Penyakit hawar daun bakteri adalah salah satu penyakit penting pada tanaman padi yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Bakteri ini dapat terbawa benih dan bertahan dalam waktu yang lama. Beberapa mikroba diketahui berpotensi sebagai agens hayati patogen ini, seperti Bacillus spp. dan aktinomiset. Bacillus spp. dan aktinomiset telah diketahui menghasilkan antibiotik yang dapat menghambat perkembangan bakteri patogen dan menghasilkan spora yang dapat bertahan pada kondisi ekstrim. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat aktinomiset sebagai agens hayati patogen X. oryzae pv. oryzae dan kompatibel terhadap Bacillus spp.yang dapat diaplikasikan pada benih padi. Aktinomiset yang diisolasi tanah, diseleksi dengan metode pembiakkan ganda pada media agar dan media tumbuh berupa tanah dan pupuk kandang (1:1). Dari 16 isolat aktinomiset yang berhasil diisolasi, terdapat tiga isolat yang bersifat antagonis terhadap patogen X. oryzae pv. oryzae dan kompatibel terhadap Bacillus spp., yaitu APS7, APS9, dan APS12. Bacillus spp. dan aktinomiset diaplikasikan pada benih padi varietas Ciherang dengan metode pelapisan benih (seed coating) dan bahan pembawa yang digunakan ialah tepung dengan arang sekam sebagai komposisi utamanya. Aplikasi Bacillus spp. dan aktinomiset pada benih padi dapat menurunkan populasi patogen X. oryzae pv. oryzae pada bibit padi serta meningkatkan pertumbuhan bibit padi. Perlakuan aktinomiset dengan kode isolat APS9 dapat menekan populasi X. oryzae pv. oryzae sebesar 88,89%. Perlakuan B12+APS7 merupakan perlakuan dengan hasil persen kemunculan bibit paling tinggi di antara perlakuan lain, yaitu 83,33% pada 7 HST, diikuti dengan perlakuan APS9 dengan 79%. Perlakuan Bacillus spp. dan aktinomiset juga mampu memicu pertumbuhan tajuk tanaman sebesar 13,35-26,53% pada 7 HST.
URI: http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46813
Date: 2011

Files in this item

Files Size Format View
A11mcp_Abstract.pdf 322.6Kb PDF View/Open
A11mcp_BAB III Bahan dan Metode.pdf 400.4Kb PDF View/Open
A11mcp_BAB II Tinjauan Pustaka.pdf 336.6Kb PDF View/Open
A11mcp_BAB I Pendahuluan.pdf 332.9Kb PDF View/Open
A11mcp_BAB IV Hasild an Pembahasan.pdf 548.2Kb PDF View/Open
A11mcp_Cover.pdf 329.8Kb PDF View/Open
A11mcp_Daftar Pustaka.pdf 398.5Kb PDF View/Open
A11mcp_Kesimpulan.pdf 322.7Kb PDF View/Open
A11mcp_Lampiran.pdf 359.7Kb PDF View/Open
A11mcp.pdf 690.3Kb PDF View/Open

The following license files are associated with this item:

This item appears in the following Collection(s)

Show full item record

Search


Advanced Search

Browse

My Account