View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penapisan Streptomyces spp. penghasil senyawa penghambat pertumbuhan Phakopsora pachyrizi secara in vitro dan in planta

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (439.5Kb)
      Date
      2006
      Author
      Kurniawan, Henry
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Phakopsora pachyrizi merup akan patogen obligat pada tanaman kedelai yang menyebabkan penyakit karat. Penyakit ini dapat mengakibatkan kerontokan daun, penurunan mutu benih dan produktivitas kedelai. Informasi mengenai upaya pengendalian P. pachyrizi secara hayati masih belum banyak dilaporkan. Streptomyces merupakan salah satu bakteri tanah yang potensial sebagai agen pengendali hayati P. pachyrizi. Penelitian ini bertujuan menapis Streptomyces spp. yang bersinergi dengan bakteri penambat N dan bakteri pelarut P serta mampu menghambat pertumbuhan P. pachyrizi yang menyerang tanaman kedelai secara in vitro dan in planta. Dua belas isolat Streptomyces spp. digunakan dalam penelitian ini. Tiga varietas kedelai yang memiliki sifat ketahanan berbeda terhadap P. pachyrizi digunakan dalam uji in planta. Filtrat KS- 1 memiliki aktivitas penghambatan perkecambahan uredospora terbesar (90.5%). Hal ini mengindikasikan adanya aktivitas antifungi di dalam filtrat tersebut. Interaksi sinergis antara bakteri penambat N dan bakteri pelarut P serta filtrat KS-1 dapat meningkatkan jumlah bintil, berat kering bintil dan kandungan N total tanaman. Intensitas serangan mengalami penurunan akibat pemberian KS-1 pada varietas Tanggamus (56.15%), Wilis (26.21%), dan Nokhonsawon (21.47%). Penurunan intensitas penyakit karat oleh filtrat KS-1 dapat meningkatkan berat kering total (39.6%), berat kering biji (97.8%), dan jumlah biji (50%) pada varietas Tanggamus. Sedangkan pada varietas Nokhonsawon pemberian KS-1 dapat meningkatkan jumlah biji (34.5%). Namun demikian, pada varietas Wilis pemberian KS-1 tidak secara nyata mempengaruhi berat kering total, berat kering biji, dan jumlah biji. Selain memiliki aktivitas antifungi, filtrat KS-1 diduga juga memiliki aktivitas senyawa pemacu tumbuh.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/46309
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository