Pemanfaatan kerang hijau, Perna viridis Linn. sebagai bioindikator pencemaran logam timbal(Pb) di perairan Kamal Muara, Teluk Jakarta
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mencari penanda biologi (biomarker) pencemaran logam timbal pada kerang hijau dan mencari hubungan antara kandungan logam timbal dan tingkat pencemaran di perairan Kamal Muara, Teluk Jakarta dengan morfometri tubuh kerang. Untuk itu parameter fisika, kimia air pada teluk Jakarta dianalisis. Selain itu bagian cangkang serta daging dari kerang hijau yang didapatkan juga dianalisis menggunakan atomic absorption spectrophotometry. Korelasi kandungan logam timbal dengan morfometri tubuh dilakukan dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Kelainan pada cangkang (abnormalitas) kerang hijau juga dicatat. Stasiun 1, 2, 3, 4 terletak pada koordinat secara berturut-turut 06’04”.921oLS dan 106’44”480o BT, 06’04” 831o LS dan 106’44”906o BT, 06’04”213o LS dan 106’45”180o BT, 06’02”090o LS dan 106’44”090o BT. Konsentrasi logam timbal pada ke-4 stasiun berturut-turut sebesar 0.023 ppm, 0.022 ppm, 0.025 ppm dan <0.001 ppm. Kisaran logam timbal di dalam cangkang pada ke-4 stasiun sebesar 0–21.35 ppm, 0–22.65 ppm, 9.5–18.35 ppm, dan 7.4–10.85 ppm. Sedangkan konsentrasi logam timbal dalam daging sebesar 3.4–11.70 ppm, 2.167–25 ppm, 11.625–25.6 ppm, dan 15.7–31.167 ppm. Kelainan pada 200 cangkang yang berhasil dicatat pada ke-4 stasiun adalah, rasio panjang/tinggi abnormal, rasio panjang/lebar abnormal, cangkang tumbuh 2 kali dan bentuk pinggir cangkang abnormal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan timbal perairan Kamal Muara Teluk Jakarta sudah melebihi baku mutu KEPMENLH 51/2004 (<0.008 ppm) kecuali pada stasiun 4. Selain itu konsentrasi timbal pada tubuh kerang (daging dan cangkang) juga melebihi baku mutu DepKes/1989 (<2 ppm). Oleh karena itu daging kerang hijau pada perairan Kamal Muara, Teluk Jakarta kurang layak dikonsumsi. Hasil penelitian juga menunjukkan jika bobot cangkang dan bobot daging bertambah maka konsentrasi timbal di dalamnya akan berkurang, dan jika panjang cangkang bertambah maka konsentrasi timbal di dalamnya akan bertambah pula. Kelainan yang terdapat pada morfologi tubuh kerang hijau dapat dijadikan biomarker pencemaran timbal.
Collections
- UT - Biology [2401]

