Perubahan sifat kimia tanah andisol Cisarua akibat pemberian berbagai jenis pupuk organik yang diperkaya bahan mineral
Abstract
Pertanian organik adalah suatu sistem pertanian yang meminimumkan input luar dan menghindarkan penggunaan pupuk sintetik, sehingga dihasilkan produk pertanian yang sehat. Sebagai sumber utama input hara dalam sistem ini adalah pupuk organik. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh berbagai pupuk organik yang diperkaya bahan mineral terhadap perubahan sifat kimia tanah. Parameter yang dianalisis adalah C organik, N total, P dan K cadangan, kation dapat ditukar (K-dd, Ca-dd, Mg-dd), kapasitas tukar kation (KTK), dan kejenuhan basa (KB). Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan dan sembilan perlakuan pupuk organik yang diperkaya bahan mineral berbagai kombinasi. Kandungan C organik, N total, P cadangan, dan KTK diukur menggunakan spektrofotometer UV-vis, sedangkan kandungan K cadangan, K-dd, Ca-dd, dan Mg-dd diukur menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai pupuk organik berpengaruh secara nyata terhadap kadar N-total, P dan K cadangan, Ca-dd, Mg-dd, dan KB pada contoh tanah sebelum tanam. Pada pengamatan tanah setelah panen, parameter yang berbeda nyata adalah P cadangan dan Ca-dd. Kadar K cadangan, N total, K-dd, Cadd, KTK, dan KB pada tanah setelah panen meningkat dibanding pada tanah sebelum tanam; sedangkan C organik , nisbah C/N, dan P cadangan kadarnya pada tanah setelah panen menurun dibanding pada tanah sebelum tanam. Perlakuan 8 (pukan kambing + kompos Thitonia + fosfat alam + dolomit) menghasilkan buah tomat paling banyak, yaitu 175.6 g/pot.
Collections
- UT - Chemistry [2295]

