Studi manfaat kegiatan rehabilitasi dalam peninmgkatan pendapatan masyarakat dan reduksi gangguan terhadap kawasan Taman Nasional, Meru Betiri
Abstract
Era Reformasi yang terjadi pada tahun 1998, telah menimbulkan persepsi yang salah terhadap kawasan hutan di Indonesia, salah satunya adalah di Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), dimana terdapat anggapan bahwa hutan merupakan lahan yang tidak bertuan sehingga setiap orang bebas untuk megeksploitasinya. Anggapan yang salah ini, telah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dan masyarakat sekitar kawasan TNMB untuk melakukan perambahan hutan jati yang memiliki luas sekitar 4000 ha. Akibat dari peristiwa ini adalah terjadinya deforestasi, degradasi lahan dan ancaman terhadap keanekaragaman flora serta fauna. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam Nomor: 185/ Kpts/ DJ-V/ 1999 tanggal 13 Desember 1999, ditetapkanlah zona rehabilitasi di TNMB seluas 4.023 ha. Tujuan dari kegiatan rehabilitasi adalah untuk memulihkan fungsi dan kondisi kawasan yang telah rusak melalui kegiatan penanaman, pengayaan jenis dan pemeliharaan dengan tumbuhan asli setempat serta diharapkan dapat dijadikan sumber pendapatan bagi masyarakat di masa yang akan datang melalui hasil buahnya.

