View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Modernisasi Perikanan dan Mobilitas Sosial Nelayan (Studi Kasus Kelurahan Krapyak Lor Kodya Pekalongan)

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (363.9Kb)
      Fulltext (18.99Mb)
      Lampiran (469.8Kb)
      Date
      2000
      Author
      Satria, Arif
      Tjondronegoro, Sedíono M.P.
      Damanhuri, Didin S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan (a) mempelajari bagaimana proses modernisasi perikanan berlangsung serta formasi sosial yang tercipta, (b) menggambarkan stratifikasi dalam komunitas nelayan yang disebabkan modernisasi perikanan, dan (c) menganalisis terjadi tidaknya mobilitas sosial (secara vertikal dan horisontal) nelayan baik antar generasi maupun intra generasi setelah modernisasi perikanan, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial tersebut. Dalam perkembangannya, modernisasi perikanan di Pekalongan dapat diperiodisasi menjadi tiga gelombang, yakni (a) modernisasi periode pertama (sejak 1954) berupa mulai dikenalnya mesin perahu, (b) modernisasi periode kedua (sejak tahun 1972) ketika trawl dan pursein mulai berkembang, dan (c) modernisasi periode ketiga (sejak tahun 1980) pada saat dihapusnya izin operasi trawl sekaligus merupakan momentum bangkitnya pursein serta berkembangnya sopek, motor tempel, dan jenis perahu motor kecil lainnya. Modernisasi tersebut menyebabkan terciptanya formasi sosial baru, dimana cara produksi lama yang tradisional harus bersaing dengan cara produksi baru yang lebih modern, yang ternyata sering diikuti dengan konflik-konflik antar pelaku dari masing-masing cara produksi. Selanjutnya yang terjadi adalah tersingkirkannya cara produksi tradisional (cantrang, payang, dan klitik) dalam dinamika formasi sosial usaha penangkapan ikan di Pekalongan. Namun demikian pada perkembangan selanjutnya ternyata kelembagaan kerja yang tercipta dalam cara produksi modern tersebut cenderung mengarah pada proses eksploitasi. Dalam kelembagaan kerja tersebut, buruh nelayan (ABK) dalam posisi yang lemah dalam hubungan produksi yang tercermin dalam pola bagi hasil yang cenderung bias pada kepentingan juragan. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4507
      Collections
      • MT - Human Ecology [2410]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository