View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Manajemen pemangkasan teh (Camelia sinensis (L.) O. Kuntze) di PT Tambi, Unit Perkebunan Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.422Mb)
      Cover (341.3Kb)
      Abstract (331.3Kb)
      Bab I (340.8Kb)
      Bab II (336.6Kb)
      Bab III (352.1Kb)
      Bab IV (337.1Kb)
      Bab V (1.223Mb)
      Bab VI (386.5Kb)
      Bab VII (331.1Kb)
      Daftar Pustaka (330.5Kb)
      Lampiran (400.7Kb)
      Date
      2010
      Author
      Raharja, Novrian
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kegiatan magang berlangsung di PT Tambi, Unit Perkebunan (UP) Tambi, Wonosobo, Jawa Tengah dari bulan Maret sampai dengan Juni 2010. Kegiatan magang bertujuan untuk memperoleh pengetahuan serta pengalaman dalam pengelolaan perkebunan teh pada semua aspek terutama manajemen pemangkasan. Data-data yang diperoleh mencakup data primer melalui pengamatan langsung di lapang, wawancara, serta diskusi dan data sekunder melalui studi dokumentasi kebun. Pengamatan dilakukan di tiga nomor kebun dari dua blok berbeda yang difokuskan pada aspek manajemen pemangkasan mencakup pengamatan sebelum, saat, dan setelah pemangkasan. Pengamatan sebelum pemangkasan bertujuan untuk melihat kesesuaian saat pemangkasan yang dilaksanakan di UP Tambi didasarkan pada beberapa kriteria saat pangkas seperti tinggi tanaman, persentase pucuk burung, tingkat produksi, serta kandungan zat pati dalam akar. Pengamatan saat pemangkasan bertujuan untuk melihat efisiensi palaksanaan pemangkasan di UP Tambi mencakup pangamatan terhadap tinggi pangkasan, luas areal pangkasan, tipe/jenis pangkasan, waktu pamangkasan, kerusakan cabang akibat pemangkasan, tenaga pemangkas, serta alat pangkas yang digunakan. Pengamatan setelah pemangkasan bertujuan untuk melihat respon pertumbuhan setelah pemangkasan beberapa klon teh di UP Tambi serta pengaruh ketinggian tempat terhadap pertumbuhan tunas setelah pemangkasan. Pemangkasan di UP Tambi secara umum telah dilaksanakan dengan baik mengacu pada literatur dan rekomendasi yang ada. Pemangkasan di UP Tambi dilakukan selama dua semester, yaitu semester I (Februari - Mei) dan Semester II (Oktober - November) dengan 70 % dilakukan pada semester I. UP Tambi yang terletak di ketinggian di atas 1 200 m dpl menggunakan gilir pangkas 4 - 5 tahun dengan sistem pangkasan naik turun. Jenis pangkasan yang diterapkan di UP Tambi adalah setengah bersih dan bila kondisi tanaman memungkinkan ii dilaksanakan pangkasan bersih. Jumlah Tenaga pemangkas pada beberapa blok di UP Tambi melebihi jumlah pemangkas standar yang sebenarnya dibutuhkan. Alat pangkas yang digunakan adalah sabit/gaet pangkas dengan pertimbangan harganya murah sehingga tidak memberatkan pemangkas serta lebih cepat dalam pengerjaan pemangkasan dibandingkan apabila menggunakan gergaji pangkas. Kendala-kendala yang sering dijumpai dalam sistem manajemen pemangkasan di UP Tambi adalah rendahnya keterampilan para pemangkas serta minimnya pengawasan oleh para mandor/pengawas mengakibatkan rendahnya kualitas hasil pangkasan. Selain itu, tidak adanya alat ukur tinggi pangkasan yang baku menyebabkan tinggi pangkasan di lapang cenderung tidak sesuai dengan tinggi pangkasan standar yang ditetapkan kebun. Beberapa klon di UP Tambi memperlihatkan respon pertumbuhan setelah pemangkasan yang berbeda-beda. Klon Gambung 3 merupakan klon dengan pertumbuhan tunas paling cepat dibandingkan dua klon lainnya yaitu Gambung 4 dan TRI 2025. Pertumbuhan tunas klon TRI 2025 sedikit terhambat karena cacar daun teh yang mulai menyerang tanaman pada 8 minggu setelah pangkas (MSP) sedangkan klon Gambung 3 dan Gambung 4 menunjukkan respon ketahanan yang lebih baik. Pertumbuhan tunas akan semakin lambat dengan semakin meningkatnya tinggi tempat dari permukaan laut karena menurunnya suhu dan penyinaran matahari. Hal ini dapat dilihat dari lebih cepatnya pertumbuhan tunas klon TRI 2025 yang berada di blok Panama (± 1 350 m dpl) dibandingkan dengan pertumbuhan klon TRI 2025 di blok Pemandangan (± 1 700 m dpl).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44906
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository