Pertumbuhan dan produksi padi [Oryza sativa L.] dengan budidaya System of Rice Intensification di Kecamatan Kebon Pedes, Kabupaten Sukabumi
Abstract
Kebutuhan bahan pangan terutama beras terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Permintaan beras yang tinggi tidak diimbangi dengan peningkatan produksi beras. Oleh karena itu, perlu dikembangkan teknologi yang dapat meningkatkan produksi beras nasional. System of Rice Intensification (S.R.I) dikembangkan sejak tahun 1980 di Madagaskar oleh Fr. Henri de Laulanié SJ. Budidaya dengan S.R.I. dapat mengurangi input produksi seperti bibit, pupuk, dan air. Konsep dasar S.R.I. adalah penanaman bibit muda umur <15 hari, jarak tanam yang lebar (minimal 25 cm x 25 cm) dengan 1 bibit per lubang tanam, dan pengairan tidak tergenang tetapi cukup jenuh (Uphoff, 2004). Budidaya dengan S.R.I. dapat menggunakan pupuk anorganik 100%, organik 100%, maupun kombinasi antara pupuk anorganik dan organik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan tanaman dan hasil produksi padi dari budidaya konvensional dan budidaya dengan S.R.I. anorganik, S.R.I. organik, dan S.R.I. semi-organik.

