Perkecambahan dan perbanyakan tunas lada (Piper nigrum L.) varietas petaling secara in vitro
Abstract
Salah satu penyebab penurunan produksi lada di Indonesia adalah serangan penyakit busuk pangkal batang (BPB) yang disebabkan oleh jamur Phythophthora capsici. Lada varietas Petaling sangat peka terhadap serangan penyakit BPB. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi lada Petaling yaitu dengan pemuliaan tanaman lada melalui transformasi genetik. Transformasi genetik dilakukan dengan teknik in planta, untuk itu dilakukan penelitian perkecambahan dan perbanyakan tunas lada secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Kelompok Peneliti Biologi Sel dan Jaringan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor pada bulan November 2009 sampai Juni 2010. Penelitian ini terdiri dari tiga percobaan yaitu pematahan dormansi biji, perkecambahan dan perbanyakan tunas lada. Rancangan percobaan yang digunakan pada pematahan dormansi biji lada yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor yaitu konsentrasi H2SO4 yang terdiri dari tiga taraf yaitu perendaman dalam H2SO4 10 %, 15 %, dan 30 %, dengan delapan ulangan. Rancangan percobaan yang digunakan pada perkecambahan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP dengan empat taraf yaitu 0.0 ppm, 0.3 ppm, 0.5 ppm, dan 1.0 ppm. Faktor kedua adalah senyawa antioksidan terdiri dari dua jenis yaitu arang aktif 2 % dan PVP 100 mg/l, dengan sepuluh ulangan setiap kombinasi perlakuan. Rancangan percobaan yang digunakan pada perbanyakan tunas yaitu RAL Faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi BAP dengan empat taraf yaitu 0.0 ppm, 0.3 ppm, 0.5 ppm, dan 1.0 ppm dan faktor kedua adalah pemberian vitamin dengan dua jenis yaitu Schenk & Hildebrandt (SH) dan Gamborg’s (B5), dengan sepuluh ulangan setiap kombinasi perlakuan. Pengujian data peubah yang diperoleh dilakukan melalui uji F (data normal) dan ii jika hasilnya berbeda nyata, maka akan dilakukan analisis uji lanjut untuk nilai tengah dengan metode Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Data dengan keragaman yang melebihi 40 %, akan ditransformasi dengan √(x+0.5) atau log (x+1). Uji Nonparametrik untuk data tidak normal.


