View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Produksi Kedelai Organik Panen Kering Dari Dua Varietas Kedelai Dengan Berbagai Jenis Pupuk Organik

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.164Mb)
      Cover (308.6Kb)
      Abstract (343.5Kb)
      Bab I (343.3Kb)
      Bab II (438.2Kb)
      Bab III (442.1Kb)
      Bab IV (1.025Mb)
      Bab V (332.1Kb)
      Daftar Pustaka (398.9Kb)
      Lampiran (463.0Kb)
      Date
      2010
      Author
      Kurniansyah, Deri
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh tiga jenis pupuk organik yaitu pupuk kandang ayam, setengah dosis pupuk kandang ayam dengan penambahan pupuk hijau Centrosema pubescens, dan setengah dosis pupuk kandang ayam dengan penambahan pupuk hijau Tithonia diversifolia terhadap produksi kedelai panen kering yang dibudidayakan secara organik. Percobaan dilakukan pada bulan Desember 2009 sampai Agustus 2010 di Kebun Percobaan IPB Cikarawang, Dramaga, Bogor. Percobaan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design), dua faktor, dan enam ulangan. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik yaitu 20 ton pupuk kandang ayam, setengah dosis pupuk kandang ayam (10 ton/ha) dengan penambahan 3.5 ton Centrosema pubescens/ha, dan kombinasi setengah dosis pupuk kandang ayam (10 ton/ha) dengan penambahan 3.5 ton Tithonia diversifolia/ha, sedangkan faktor ke dua adalah varietas kedelai yaitu Anjasmoro dan Wilis. Biomass Centrosema pubescens diperoleh dari budidaya di lahan. Penanaman Centrosema pubescens dosis 25 kg benih/ha selama 10 minggu menghasilkan biomassa tajuk rata-rata sebanyak 6.30 kg/18 m2 atau sekitar 3.50 ton/ha. Dosis Tithonia diversifolia yang diaplikasikan sama dengan dosis Centrosema pubescens yaitu 3.50 ton tajuk basah/ha. Tithonia diversifolia diperoleh dari penen pucuk 15 cm dari tanaman yang ada di sekitar lokasi percobaan. Pupuk kandang dan pupuk hijau didekomposisikan pada alur tanaman kedelai masing-masing selama 2 dan 4 minggu sebelum penanaman kedelai. Setelah waktu dekomposisi selesai, benih kedelai ditanam dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm dan 1 benih/lubang. Satu minggu sebelum penanaman benih, ditanam serai dan tagetes di sekeliling petakan untuk menghambat serangan organisme pengganggu tanaman. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan pupuk berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun tetrafoliet, dan intensitas kejadian iii penyakit pada 6 MST. Penambahan Tithonia diversifolia mampu meningkatkan tinggi tanaman 11.79 dan 7.99% lebih tinggi dibandingkan perlakuan pupuk kandang dan penambahan Centrosema pubescens. Intensitas kejadian penyakit pada perlakuan pupuk kandang lebih tinggi 106.26% dibandingkan dua perlakuan lainnya. Aplikasi penambahan pupuk hijau Tithonia diversifolia dan Centrosema pubescens menghasilkan produktivitas kedelai kering yang lebih tinggi berturut-turut 1.48 dan 1.33 ton/ha daripada yang mendapat pupuk kandang yaitu 1.16 ton/ha. Tingginya produktivitas kedelai yang dihasilkan pada penambahan Tithonia diversifolia sejalan dengan tingginya komponen produksi lainnya antara lain bobot kering biji/tanaman, bobot kering biji petak bersih dan petak pinggir, dan jumlah polong bernas. Varietas Anjasmoro memiliki bobot kering daun, tinggi tanaman, jumlah tanaman saat panen, bobot kering tanaman petak pinggir dan petak bersih, dan bobot 100 butir biji yang lebih tinggi daripada Wilis. Namun jumlah daun, jumlah cabang, bobot kering bintil, jumlah polong bernas, dan intensitas hama Anjasmoro lebih rendah dibandingkan Wilis. Lebih tingginya komponen produksi tersebut menyebabkan produktivitas varietas Anjasmoro lebih tinggi 46.73% daripada Wilis. Produktivitas Anjasmoro dan Wilis berturut-turut adalah 1.57 dan 1.07 ton biji kering/ha. Kadar dan serapan hara NPK daun kedua varietas pada ketiga jenis pupuk menunjukkan nilai yang berbeda. Secara umum terlihat bahwa kadar N, K dan serapan N, P, K daun varietas Anjasmoro lebih tinggi dibandingkan Wilis. Antar perlakuan pupuk memperlihatkan bahwa kadar dan serapan P daun lebih tinggi dengan pemberian pupuk kandang ayam, sedangkan kadar dan serapan K lebih tinggi dengan pemberian Centrosema pubescens dan Tithonia diversifolia.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/44685
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository