Analisis faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam keputusan pembelian nutri tea studi kasus di HERO, dan ADA Swalayan
Abstract
Masyarakat Indonesia mempunyai kebiasaan mengkonsumsi minuman teh. Hal ini berdampak kepada tingkat konsumsi teh yang cenderung meningkat dalam negeri yang memberikan peluang yang besar bagi perkembangan industri teh di Indonesia. Konsumsi teh di Indonesia pada tahun 1999 cenderung meningkat sampai tahun 2003, walaupun mengalami penurunan pada tahun 2000. Persentase kenaikan tertinggi pada tahun 2001 yaitu sebesar 11,9 persen. Nutri Tea merupakan produksi dari PT Nutrifood. Nutri Tea yaitu produk teh yang berupa bubuk dengan rasa buah-buahan yang dikemas dalam kemasan sachet, produk ini dipasarkan pada tahun 1997. Berdasarkan Susenas tahun 2000 (BPS) jumlah penduduk kota Bogor sebanyak 3.074.175. Dengan tingkat pertumbuhan yang cukup besar ini, merupakan peluang pasar yang bagus untuk pendistribusian suatu produk, khususnya Nutri Tea. Tingkat persaingan teh yang semakin ketat mengharuskan produsen khususnya produsen Nutri Tea dapat memahami keinginan dan kebutuhan konsumen akan suatu produk. Hal ini dapat diketahui dengan mempelajari perilaku konsumen. Industri minuman ringan di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Jumlah industri minuman ringan baik industri kecil, menengah maupun besar di kota Bogor juga mengalami peningkatan. Akan tetapi Indeks harga konsumen minuman tanpa alkohol (termasuk di dalamnya minuman teh) di kota Bogor menurut kelompok dan sub kelompok pada tahun 2003 semakin menurun (BPS Bogor, 2004). Pada tahun 2002 indeks harga konsumen di kota Bogor adalah 187,48 dan pada tahun 2003 menurun menjadi 181,66. Hal ini merupakan tantangan bagi produk minuman ringan dalam memasarkan produknya.
Collections
- UT - Agribusiness [4789]

