Kajian disparitas pembangunan antar wilayah sebagai arahan pengembangan wilayah berbasis lokal di Kabupaten Garut
Abstract
Pengembangan suatu wilayah ditentukan oleh banyak faktor, baik faktor alami maupun faktor buatan manusia. Perkembangan suatu wilayah tidak dapat berlangsung secara merata, karena ketidakmerataan letak sumberdaya di dalam wilayah baik sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sumberdaya buatan (termasuk infrastruktur) maupun sumberdaya sosial. Kondisi ini selain menimbulkan ketimpangan dalam pembangunan juga dapat menjadi salah satu penyebab timbulnya daerah tertinggal atau terbelakang. Disparitas tidak hanya terjadi pada lingkup nasional saja, tetapi dapat terjadi pada lingkup yang lebih kecil seperti kabupaten. Di Kabupaten Garut, disparitas terjadi antar wilayah pengembangan (WP) Utara, Tengah dan Selatan karena masing-masing wilayah memiliki kemampuan berkembang yang berbeda-beda. Pertumbuhan ekonomi wilayah Garut Selatan yang masih rendah dapat dilihat dari kontribusi nilai tambah bruto sektoral kecamatan-kecamatan di Kabupaten Garut tahun 2007. Wilayah Garut Selatan memberikan kontribusi sektoral paling rendah, yaitu sebesar 24,37 % dibandingkan wilayah Garut Tengah sebesar 46,05 %, dan wilayah Garut Utara sebesar 29,58% (Bappeda, 2008).
Collections
- MT - Agriculture [4005]

