Pengembangan Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bagian Hulu Untuk Efektivitas Waduk: Studi Kasus Das Citarum Hulu Terhadap Efektivitas Waduk Saguling di Provinsi Jawa Barat

Date
2005Author
Hasibuan, Afriadi Sjahbana
Alikodra, Hadi S
Saeni, MS.
Purwanto, Joko
Metadata
Show full item recordAbstract
Salah satu cara pemanfaatan sumberdaya air adalah membangun waduk yang berfungsi sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sumberdaya air sebagai potensi tenaga hidro sejak masa pemerintahan Orde Baru, yang tersebar di 1 232 lokasi, terdiri atas 757 lokasi bertipe waduk dan sisanya 475 lokasi bertipe bukan waduk (run of river). Di Pulau Jawa, potensi tenaga hidro terdapat di 129 lokasi (Anonim 2001) dan di Jawa Barat sudah dibangun sebanyak 8 waduk (Anonim² 2003). Potensi pasokan tenaga listrik yang dapat dikembangkan bagi rakyat Indonesia agar memenuhi kebutuhan energi dengan biaya murah dan terbarukan serta tidak polutif ini adalah sebesar 77 866 MW. Namun demikian, pasokan kebutuhan tenaga listrik yang telah terpenuhi baru mencapai 20 592 MW dari 236 waduk yang dibangun oleh Pemerintah sarnpai dengan tahun 1999. Sebaliknya, ketersediaan sumberdaya air sangat mengkhawatirkan dipandang dari fungsi daerah aliran sungai (DAS) bagian hulu sebagai daerah konservasi, resapan air, dan tata air atau hidrologi. Kekhawatiran tersebut bila ditinjau dari kualitas perairan yang tersedia, menunjukkan adanya penurunan kualitas air. Kondisi kualitas air Sungai Citarum pada saat ini sangat memprihatinkan, sehingga perlu mendapat perhatian serius, karena air sungai tersebut merupakan sumber utama bagi Waduk Saguling sebagai pemasok tenaga listrik se-Jawa Bali. Adanya pencemaran limbah air seperti logam mengakibatkan pengkaratan atau korosivitas (Supardi 1997) serta erosi dan sedimentasi mengakibatkan pendangkalan di badan sungai dan Waduk Saguling, yang dikhawatirkan dapat mengurangi atau bahkan menghentikan pasokan listrik untuk kebutuhan Jawa-Bali, sehingga harus segera dilakukan upaya pemulihan dan perbaikan pengelolaannya.

