View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Model bio-ekonomi opsi rehabilitasi sumber daya perikanan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

      Bioeconomic model of rehabilitation fishery resources in Nanggroe Aceh Darussalam

      Thumbnail
      View/Open
      BAB I (442.7Kb)
      BAB II (495.2Kb)
      BAB III (723.4Kb)
      BAB IV (976.7Kb)
      BAB V (407.4Kb)
      BAB VI (701.0Kb)
      Full Text (1.754Mb)
      Abstract (280.0Kb)
      PostScript (4.832Mb)
      Cover (411.6Kb)
      Date
      2007
      Author
      Indra
      Fauzi, Akhmad
      Haluan, John
      Boer, Mennofatria
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Proses rehabilitasi sektor perikanan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) banyak menemukan kendala sehingga proses rehabilitasi tersebut menjadi lambat. Salah satu faktor penyebabnya adalah tidak tersedianya data yang akurat tentang kerusakan ekosistem pesisir dan lautan akibat tsunami, yang meliputi mulai dari kerusakan fisik perikanan hingga meng-update dan menyempurnakan pendugaan stok sumber daya. Hal ini penting dilakukan, karena kegagalan pembangunan perikanan selama ini disebabkan tidak adanya investasi dibidang data collection dan perhitungan stok sumber daya yang salah. Penelitian ini mencoba memberikan kontribusi dalam kerangka rehabilitasi sektor perikanan di Provinsi NAD. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) melakukan perbandingan (compare) model perikanan equilibrium (tanpa shock) dan disequilibrium (dengan shock) terhadap biomas, hasil tangkapan, effort, dan rente ekonomi, (2) mengetahui dampak kesejahteraan (welfare effect) model Gordon-Schaefer tanpa shock dan dengan shock, (3) menganalisis tingkat efisiensi dan kapasitas perikanan tangkap dan implikasi kebijakannya, (4) menganalisis interaksi antara sumber daya perikanan dengan ekosistem mangrove, dan (5) melakukan kajian ekonomi budidaya tambak pasca tsunami, upaya rehabilitasi dan pengembangannya di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi aktual selama periode pengamatan telah terjadi degradasi dan depresiasi sumber daya pelagis dengan pola yang terus meningkat. Pengelolaan perikanan di Provinsi NAD semakin akhir periode pengamatan semakin tidak efisien. Untuk mencapai efisien perlu dikurangi effort 0 – 34.0% di Pantai Timur dan 0 – 46.3 % di Pantai Barat. Jumlah armada baru untuk menggantikan armada rusak/hilang karena tsunami berkisar 3 570 – 5 131 unit. Ekosistem mangrove memberikan kontribusi terhadap produksi perikanan tangkap di Provinsi NAD sekitar 27.21%. Estimasi luas mangrove optimal di Pantai Timur 100 946.70 ha dan Pantai Barat 13 029.91 ha, sedangkan estimasi jumlah effort optimal di Pantai Timur 105 950.00 trip dan Pantai Barat 74 456 trip. Dampak jangka pendek dari tsunami adalah berkurangnya input dan hasil tangkapan (catch). Namun secara ekonomi, telah meningkatkan penerimaan hingga 50%, rente 16% – 41%, dan nilai surplus produsen lebih dari 100%. Hal ini menunjukkan perlu adanya rasionalisasi input di Provinsi NAD. Kebutuhan biaya rehabilitasi per hektar tambak berkisar antara Rp. 5.9 juta – 32.8 juta tergantung tingkat kerusakan, sedangkan biaya operasional berkisar 12.6 juta – 26.77 juta tergantung teknologi budidaya. Dalam rehabilitasi tambak diharapkan menggunakan pedoman lingkungan dari DKP/FAO/NACA.
       
      Fishery rehabilitation faced some problems that affected rehabilitation process in the Province of Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Such as a problem is no accurate data about coastal and marine ecosystems which had been destroyed by the tsunami. The data included bio-physics and non physic of fishery, for example updated stock assessment. This step is very importance for rehabilitation fishery sector. As a matter of fact that failure of fishery development is due to disinvestation on data collection and invalid stok assessment. The research attempts to contribute data and information to project workers, so that the rehabilitation process can work properly.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/40737
      Collections
      • DT - Fisheries [768]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository