Model Pengelolaan Sumberdaya Hutan Berkelanjutan di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat

Date
2006Author
Marhayudi, Putut
Kusmana, H. Cecep
Syam, Akhmad Fauzi
Hardjomidjojo, Hartrisari
Metadata
Show full item recordAbstract
Wilayah perbatasan Kalimantan Barat dengan negara tetangga Malaysia Timur sepanjang 847 KM hingga saat ini masih merupakan kawasan yang tertinggal dan terisolir. Kebijakan pembangunan di masa lampau yang bersifat sentralistik dan menekankan pada aspek keamanan dan menganggap wilayah perbatasan sebagai ”halaman belakang”, telah menyebabkan rendahnya intensitas pembangunan wilayah perbatasan, sehingga wilayah perbatasan masih dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang mendasar seperti rendahnya kesejahteraan masyarakat, rendahnya kualitas SDM, serta minimnya infrastru ktur. Paradigma pengelolaan sumberdaya hutan di kawasan perbatasan yang selama ini berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sebesar-besarnya sudah tidak relevan lagi. Pengelolaan sumberdaya hutan di wilayah perbatasan perlu mendapat perhatian khusus, mengingat sumberdaya hutan di wilayah perbatasan memiliki peran yang strategis baik secara ekonomi, sosial, ekologi maupun politik guna keberlanjutan generasi yang akan datang. Untuk mengoptimalkan peran strategis keberadaan sumberdaya hutan di kawasan perbatasan tersebut, diperlukan upaya dan keberpihakan yang besar dari pemerintah Provinsi Kalimantan Barat maupun Pemerintah Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga. Sumberdaya hutan di wilayah perbatasan memiliki permasalahan yang kompleks dan perlu dianalisis secara multidimensional. Salah satu upaya untuk mewujudkan pengelolaan sumberdaya hutan yang berkelanjutan di wilayah perbatasan guna mewujudkan wilayah perbatasan sebagai "halaman depan" adalah dengan melakukan pembangunan yang seimbang se cara terpadu.

