Keberlanjutan Produksi Padi Ladang dan Sawah di Jawa dan Luar Jawa : Studi Kasus Respon Penawaran
Abstract
Dalam 10 tahun terakhir (1983-1993) luas lahan di Pulau Jawa terus menyusut, tahun 1983 sebelum swasembada beras luas areal sawah di Jawa masih 5.5 juta hektar. Namun 10 tahun kemudian lahan sawah berkurang menjadi 4.6 juta hektar atau berkurang 90 ribu hektar per tahunnya. Penyusutan yang terjadi umumnya disebabkan oleh pertumbuhan industri, jalan, dan perumahan. Sementara luas sawah di luar Jawa 11.3 juta hektar. Dalam hal ini dapat dilihat betapa timpangnya produktivitas padi nasional. Pulau Jawa yang luas sawahnya hanya 4.1 juta hektar mampu memenuhi 62 persen suplai beras nasional, sisanya 38 persen dipasok oleh 11.3 juta hektar sawah di luar Jawa.
Penyusutan lahan ini tak pelak lagi menjadi kontribusi utama penyusutan produksi beras nasional, sehingga pada tahun 1994/95 pemerintah terpaksa mengimpor beras sebesar 1.5 juta ton yang merupakan rekor jumlah terbesar sepanjang sejarah orde baru sejak swasembada beras tahun 1984. Jika dihitung dengan jumlah pengembalian utang beras yang diberikan kepada sejumlah negara, total beras yang didatangkan dari luar negeri pada periode 1994/95 sejumlah 2.2 juta ton.


