View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Chemistry
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis keseragaman genetik tanaman teh (Camellia Sinensis (l) o. Kuntze) asal kultur jaringan, setek, dan biji dengan teknik RAPD

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (895.2Kb)
      abstract (270.9Kb)
      Date
      2003
      Author
      Nuryani, Dwi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kultur jaringan melalui induksi tunas aksiler dan penggandaan embrio somatik dikembangkan sebagai eara perbanyakan tanaman teh dalam jumlah yang banyak dengan waktu yang cepat dan tingkat keseragaman yang tinggi. Analisis terhadap variasi somaklonal yang terjadi pada tanaman kultur jaringan merupakan salah satu upaya konservasi tanaman. RAPD (random amplified polymorphic DNA) memanfaatkan kemampuan nukleotida dari suatu primer acak dengan nukleotida pada DNA cetakan yang mengandung basa komplemennya sering digunakan untuk menganalisis tingkat keseragaman genetik. RAPD menggunakan mesin peR (polymerase chain reaction), yaitu alat amplifikasi DNA yang dapat diatur suhunya untuk terjadinya proses sintesis DNA seperti denaturasi DNA, penempelan primer, dan pemanjangan primer. Dalam analisis ini digunakan 8 primer hasil seleksi. yaitu OPA 1. OPA 2. OPA 3. OPA 7, OPA 8, OPB I, OPB 3, dan OPB 7. Sctiap primer menghasilkan pola pita yang spesifik sehingga keseragaman tanaman dapat dilihat dari pola amplifikasi oleh primer tertentu. Primer OPA 8 dan OPB 3 memberikan pita polimorfik yang tinggi sehingga penentuan seragam tidaknya genetik suatu populasi dapat lebih mudah diamati Berdasarkan perbandingan pola pita amplifikasi, kesamaan genetik dihitung dengan menggunakan koefisien Dice. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keseragaman genetik rata-rata taRaman teh asal embrio somatik paling tinggi, yaitu sebesar 890/0, diikuti tanaman asal setek dengan tingkat keseragaman genetik rata-rata sebesar 77%, sedangkan tingkat keseragaman genetik rata-rata tanaman teh asal biji sarna dengan tunas wiler sebesar 64%. Ketidakseragaman pada tanaman kultur jaringan khususnya tunas wiler ini dapat disebabkan oleh siklus pengkulturan yang panjang dan tidak teratur, mutasi karena penyerapan zat pengatur tumbuh tertentu pada
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/33567
      Collections
      • UT - Chemistry [2295]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository