Pengaruh Inokulasi Cendawan Mikoriza VA dan Rhizobium terhadap Pertumbuhan Tanaman Bengkuang (pachyrhizus erosus)
Abstract
Meningkatnya harga pupuk menj adi beban yang sangat berat bagi petani, karena selama ini mereka sangat tergantung pada pemakaian pupuk buatan untuk usaha pertaniannya. Bagaimana cara untuk meminimalkan pemakaian pupuk buatan tetapi tetap dapat mencapai produksi yang optimal menjadi gaga san penulis untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh inokulasi cendawan mikoriza dan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman bengkuang dan melihat bagaimana hasil simbiosis mikoriza dan Rhizobium secara alami di lapangan. Penelitian ini dilakukan dari November 1998 sampai Juli 1999, yang dilaksanakan pada dua tempat yaitu di Desa Tarikolot Kecamatan Cimande Kabupaten Bogor dan di rumah kaca Jurusan Tanah. Penelitian di lapangan menunjukkan bahwa secara alami tanaman bengkuang dapat terinfeksi oleh cendawan mikoriza dan memiliki kemampuan untuk bersimbiosis dengan Rhizobium. Akar tanaman bengkuang dapat terinfeksi cendawan mikoriza sekitar 29-57% dan setiap varietas membentuk bintil yang kemudian diisolasi Rhizobium-nya untuk dijadikan inokulan pada penelitian rumah kaca. Hasil penelitian rumah kaca menunjukkan bahwa secara statistik dalam waktu 45 hari sete1ah tanam, interaksi antara cendawan mikoriza dan Rhizobium tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bengkuang. Inokulasi cendawan mikoriza tidak berpengaruh terhadap panj ang akar dan aktivitas nitrogenase, tetapi berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar dan bobot kering tanaman bagian atas. Tanaman yang diinokulasi dengan mikoriza spesles Glomus manihotis (daya infeksi ± 61%) pertumbuhan dan aktivitas nitrogenasenya Iebih baik dibandingkan dengan tanaman yang diinokulasi dengan mikoriza spesies Entrophospora colombian (daya infeksi 0%). Pertumbuhan tanaman yang lebih baik mungkin disebabkan oleh adanya perbaikan serapan P oleh tanaman yang merupakan akibat dari terinfeksinya akar tanaman oleh cendawan mikoriza. Berdasarkan sidik ragam, inokulasi Rhizobium tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman bengkuang, kecuali bobot kering akar. Walaupun demikian, tanaman yang diinokulasi dengan galur BHB cenderung memiliki panjang akar, bobot kering akar, dan bobot kering tanaman bagian atas yang lebih besar dibandingkan dengan galur Rhizobium lainnya. Tidak adanya pengaruh inokulasi Rhizobium terhadap aktivitas nitrogenase diduga karena kompabilitas antara galur Rhizobium dengan tanaman inangnya kurang. Hal ini mengakibatkan pembentukan bintil kurang dan fiksasi N2 keciI.

