Pengujian Kualitas Fisik Secara Objektif Pada Daging Babi Betina Muda (Gilt) dari Dua Bangsa dan Robot Potong Yang Berbeda di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kodya Bogor.
Abstract
Salah faktor pendukung untuk menghasilkan kualitas sumberdaya manusia yang baik adalah tersedianya sumber pangan bergizi tinggi yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Daging babi merupakan salah satu sumber pangan manusia yang banyak dikonsumsi di Indonesia Hal ini didukung oleh sifat temak babi yang mempunyai / pertumbuhan yang cepat, dapat berkembang biak dengan cepat dan dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan dengan temak lain. Selain itu juga tingkat efisiensinya yang tinggi dalam mengubah pakan menjadi daging. Kelemahan yang dimiliki oleh ternak ini yakni sifat rentannya terhadap cekaman sehingga dapat menghasilkan daging segar yang berkualitas rendah, lembek, pucat dan permukaan yang berair yang sering disebut dengan daging PSE (pale, soft, exudative). Pengujian kualitas fisik secara objektif merupakan salah satu cara dalam melakukan evaluasi terhadap daging babi yang dihasi\kan. Pengambilan sampel dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kodya Bogor, dilanjutkan dengan pegujian kualitas daging yang dilakukan di Laboratorium Ruminansia Besar, Fakultas Petemakan IPB dan Laboratorium Kimia Pangan, PAU,IPB, Darmaga Bogor.

