View Item 
      •   IPB Repository
      • Student Papers
      • Program Kreativitas Mahasiswa
      • PKM - Artikel Ilmiah
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Student Papers
      • Program Kreativitas Mahasiswa
      • PKM - Artikel Ilmiah
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kultur Anthera Pepaya Secara In Vitro untuk Menghasilkan Tanaman Haploid

      Thumbnail
      View/Open
      Artikel Ilmiah (153.5Kb)
      Artikel Ilmiah (687.7Kb)
      Date
      2009
      Author
      Faridzi, Miftah
      Saputra, Vicky
      Nurwida, Arni
      Siregar, Dania
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanaman haploid umumnya diperoleh dari teknik pemuliaan non-konvensional, yaitu dengan kultur anthera, mikrospora, dan ovul. Tanaman haploid tersebut jika digandakan kromosomnya akan menghasilkan tanaman haploid dan bread true atau galur murni. Kultur anther merupkan teknik yang paling efisien untuk mengahasilkan tanaman haploid. Hal yang perlu diperhatikan dalam kultur anther adalah penentuan tingkat perkembangan polen (umur fisiologi bunga dihitung sejak terbentuk bakal bunga) yang paling tepat untuk digunakan sebagai eksplan sehingga terjadi androgenesis (Uninukleat). Pada struktur anther, termasuk didalamnya adalah polen, polen mikrospora tersebut membentuk embryo secara langsung (androgenesis) atau kalus diinduksi menjadi tanaman haploid pada media tumbuh yang ditambah dengan zat pengatur tumbuh. Adapun ciri-ciri tanaman haploid dapat dibedakan dari tinggi, warna albino, bentuk daun, tillering dan perkembangan akar. Pada kegiatan ini dilakukan kultur anthera pepaya secara in vitro untuk menghasilkan tanaman haploid. Anthera pepaya berasal dari kuncup bunga jantan tanaman pepaya dengan 3 macam ukuran, yaitu besar (bunga tua), sedang (setengah tua), dan kecil (muda). Ukuran bunga tersebut berkolerasi dengan umur bunga Dari hasil yang diperoleh terlihat bahwa semakin lama pengamatan, semakin sedikit warna bunga jantan pepaya yang kuning, dan beralih berwarna coklat, selain itu juga semakin tua bunga jantan maka semakin besar ukuran bunga, semakin berwarna kuning pekat, dan semakin banyak jumlah anther yang terkandung didalamnya. Penyebab utama matinya dari anthera pepaya pada praktikum ini adalah karena adanya kontaminasi dari bakteri dan cendawan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20206
      Collections
      • PKM - Artikel Ilmiah [220]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository