View Item 
      •   IPB Repository
      • Student Papers
      • Program Kreativitas Mahasiswa
      • PKM - Artikel Ilmiah
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Student Papers
      • Program Kreativitas Mahasiswa
      • PKM - Artikel Ilmiah
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Penerapan Ambang Kendali Terhadap Kelimpahan Populasi Hama dan Musuh Alami Pada Tanaman Kedelai

      Thumbnail
      View/Open
      Artikel Ilmiah (2.210Mb)
      Artikel Ilmiah (541.7Kb)
      Date
      2009
      Author
      Ridhayat, Ibnu Rakhmat
      Asyiyah, Nur
      Ramadhan, Rizki
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Okada et al. (1998) melaporkan bahwa terdapat 111 jenis hama kedelai di Indonesia, 61 predator, 41 parasitoid dan tiga kelompok penyakit serangga hama kedelai. Pengendalian yang biasa dilakukan oleh petani adalah dengan menggunakan insektisida. Akan tetapi penggunaan insektisida telah terbukti berdampak buruk bagi kelangsungan hidup musuh alami (Tengkano dan Harnoto 1992). Oleh karena itu, diperlukan sebuah metode pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, salah satunya dengan penerapan ambang kendali sebagai salah satu komponen Pengelolaan Hama Secara Terpadu (PHT). Pengamatan ini bertujuan untuk melihat dan menilai pengaruh penerapan ambang kendali terhadap jenis dan populasi musuh alami hama kedelai pada berbagai umur tanaman. Pengamatan dilakukan di Desa Tambakrejo, kecamatan Tongas, kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur pada penelitian ”Validasi rekomendasi PHT pada kedelai berbasis tanam serempak dengan pola tanam padi-kedelai-kedelai”. Benih kedelai varitas Anjasmoro ditanam pada tanggal 11 Mei 2008 dan pengamatan dilakukan pada saat tanaman berumur 56, 63, dan 70 HST. Pengamatan dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan secara langsung dan pengamatan melalui penggunaan sweeping net/jaring serangga. Pengamatan melalui sweeping net dilakukan dengan penjaringan serangga, setelah serangga dijaring lalu dimatikan dengan menggunakan baygon untuk kemudian diamati, diidentifikasi, dan dihitung di laboratorium hama, Kelti Hama dan Penyakit, Balitkabi. Keputusan pengendalian secara kimiawi dengan insektisida dilakukan setelah hama mencapai atau melebihi ambang kendali yang terdapat pada perlakuan P3. Kelimpahan populasi hama pada perlakuan P3 lebih rendah pada umur 63 HST jika dibandingkan dengan perlakuan P1 dan P2 yaitu sebanyak 61,75 sedangkan pada P1 dan P2 sebanyak 102 dan 73. Selain itu, pada perlakuan P3 kelangsungan hidup predator dan parasitoid cenderung lebih terjamin dibandingkan dengan perlakuan aplikasi insektisida mingguan (P2).
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/20039
      Collections
      • PKM - Artikel Ilmiah [220]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository