View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Mathematics and Natural Sciences
      • UT - Biology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perkembangan Mikrospora dan Induksi Pembelahan Sporofitik pada Kultur Antera Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (463.1Kb)
      Cover (296.0Kb)
      Abstract (69.75Kb)
      Postscript (1.891Mb)
      Bab I (284.7Kb)
      Bab II (296.7Kb)
      Bab III (420.3Kb)
      Bab IV (297.5Kb)
      Bab V (285.4Kb)
      Daftar Pustaka (299.4Kb)
      Date
      2008
      Author
      Septiani, Popi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengembangan varietas hibrida kelapa sawit membutuhkan ketersediaan galur-galur murni untuk dijadikan tetua. Teknologi haploid dapat dikembangkan untuk menghasilkan galur-galur murni (tanaman haploid ganda) secara efisien hanya dalam 1-2 generasi. Penelitian ini bertujuan menginduksi pembelahan sporofitik pada kultur antera dalam media dua lapis yang merupakan langkah awal pengembangan kultur haploid pada kelapa sawit. Pangkal spikelet dari spikelet yang terdapat pada pangkal malai dari malai jantan yang memiliki ¼ bagian pangkal malai berwarna kuning dan ¾ bagian ujung malai berwarna coklat mengandung mikrospora tahap uninukleat akhir. Sedangkan ujung spikelet dari spikelet yang terdapat pada ujung malai dari malai jantan berwarna coklat dan sebagian seludang telah terbuka mengandung mikrospora tahap biselular awal. Mikrospora tahap uninukleat akhir yang dikulturkan pada media standar embriogenesis somatik kelapa sawit, memperlihatkan perkembangan gametofitik sampai tahap biselular pada umur 6 sampai 10 hari setelah kultur (HSK). Pemberian cekaman suhu tinggi (32-33ºC) dalam periode 0, 1, 3 dan 7 hari yang dikombinasikan dengan perlakuan sumber karbon berupa sukrosa, maltosa ataupun manitol tidak dapat menginduksi pembelahan sporofitik dalam antera pada kutur in vitro. Namun perlakuan cekaman suhu tinggi selama satu hari yang dikombinasikan dengan sumber karbon maltosa 40 g/l dapat mempertahankan persentase mikrospora hidup sebesar 74.5% sampai 28 HSK.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/18776
      Collections
      • UT - Biology [2401]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository