Analisis pendapatan dan tingkat kepuasan peternak terhaoap pelaksanaan kemitraan ayam ras di kabupaten Bogor
Abstract
Dalam upaya meningkatkan produksi ternak atau daging sekaligus meningkatkan pendapatan peternak, pemerintah telah banyak menetapkan kebijakan. Kebijakan tersebut diantaranya program inseminasi buatan, pengembangan kemitraan pada usaha perunggasan dan sapi polong serta program pemberantasan penyakit. Di samping ilu ada juga kebijakan unluk melindungi produsen dan konsumen melalui kebijakan larit, pengaturan tataniaga dan yang berkaitan dengan investasi. Substansi dari kemitraan adalah perwujudan sinergi kerjasama yang saling memerlukan, memperkuat dan menguntungkan antara kelompok mitra dan perusahaan mitra. Perusahaan yang melakukan kemitraan menjamin mutu, harga dan pemasarannya sehingga peternak memperoleh pendapatan yang wajar. Kemitraan bukan harga mati yang dilakukan secara terpaksa oleh peternak, sebab suatu saat peternak bisa mengundurkan diri untuk usaha mandirL Banyak yang mengundurkan diri dengan alasan untuk memperoleh penghasilan yang lebih tinggi. Laporan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupalen Bogar Tahun 2002 menyebutkan bahwa kemitraan ayam ras pedaging di Kabupaten Bogor ada 14 perusahaan dengan 308 pelernak. Selain iltu ada sekilar 50 peternak mandiri yang pernah bermitra dengan perusahaan peternakan.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]

