Kompetisi dan Stabilitas Keuangan pada Kelompok Bank Pembangunan Daerah Konvensional di Indonesia
Date
2026Author
Aziz, Lukmanul Hakim
Siregar, Hermanto
Achsani, Noer Azam
Irawan, Tony
Metadata
Show full item recordAbstract
Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia khususnya konvensional memiliki fenomena yang unik. BPD mempunyai market share asset yang masih di bawah (terkecil) dari kelompok bank lainnya, sedangkan likuiditas dan profitabilitas BPD dalam keadaan baik (sehat). Hal ini menunjukkan bahwa kelompok BPD meskipun memiliki kinerja yang bagus tetapi dalam berinteraksi merebut perkembangan pasar nasional masih tertinggal. Ditinjau dari dinamika stabilitas keuangan, meskipun perbankan Indonesia memiliki rata-rata profitabilitas dan stabilitas terkecil di ASEAN-5, tetapi profitabilitas dan stabilitas kelompok BPD memiliki kontribusi lebih besar dibandingkan kelompok bank lainnya pada umumnya perbankan Indonesia. Dinamika perkembangan pasar BPD memiliki stabilitas dan profitabilitas yang baik didukung oleh karakteristik pasar regional yang relatif captive karena hubungan kelembagaan yang kuat dengan pemerintah daerah, serta adanya dukungan khususnya BPD regional champion sehingga menghasilkan sumber pendanaan yang stabil dan risiko yang lebih terkendali. Oleh karena itu, meskipun BPD menunjukkan kinerja keuangan yang baik, keterbatasan permodalan masih menjadi tantangan utama dalam memperluas pangsa pasar dan memperkuat daya saing di tingkat nasional.
Selanjutnya, BPD Regional Champion mendorong agar BPD memperkuat modalnya dalam ketahanan kelembagaan yang kuat, namun masih ada beberapa BPD yang modalnya masih dibawah aturan OJK dengan modal inti minimum kurang dari Rp 3 triliun. Kondisi ini menunjukkan perlunya dukungan dalam peningkatan permodalan agar BPD tersebut dapat memenuhi persyaratan regulasi, memperkuat struktur keuangan dalam menjaga stabilitas serta meningkatkan kapasitasnya dalam menjalankan fungsi intermediasi dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah secara optimal agar lebih kompetitif dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini berfokus pada pengaruh kompetisi BPD terhadap profitabilitas dan stabilitas. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat BPD masuk kedalam kerangka pasar SCP, RMP, RES, SES, QLH. Kemudian faktor-faktor apa yang paling mempengaruhi ditinjau dari variabel utama SCP dan basic condition.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data panel yang terdiri dari data time series dan cross sectional. Tahap awal penelitian difokuskan pada pengukuran karakteristik struktural dan kinerja perbankan, khususnya Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kekuatan pasar diukur menggunakan metode Lerner Index untuk melihat tingkat kemampuan bank dalam menetapkan harga diatas biaya marjinal, sedangkan tingkat efisiensi diestimasi menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) untuk menilai kemampuan bank dalam mengoptimalkan penggunaan input terhadap output. Selain itu, variabel-variabel penelitian lainnya dihitung melalui teknik analisis keuangan untuk memperoleh indikator kinerja yang komprehensif.
Tahap berikutnya adalah menganalisis dinamika perkembangan pasar BPD dari waktu ke waktu untuk memahami perubahan struktur dan perilaku pasar. Selanjutnya dilakukan identifikasi pasar berdasarkan kriteria yang dikemukakan oleh Ye et al. (2012), untuk menentukan apakah karakteristik pasar BPD termasuk dalam kategori Structure–Conduct–Performance (SCP), Relative Market Power (RMP). Efficient Structure (ES) yang meliputi Relative Efficiency Structure (RES) dan Scale Efficiency Structure (SES), atau Quiet Life Hypothesis (QLH). Klasifikasi ini penting untuk memahami mekanisme persaingan yang mendasari pembentukan profitabilitas BPD.
Setelah karakteristik pasar teridentifikasi, penelitian ini menganalisis faktor-faktor determinan yang memengaruhi profitabilitas dan stabilitas BPD. Untuk menangkap hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel, digunakan model Vector Error Correction Model (VECM). Melalui pendekatan ini, dapat dihitung juga Speed of Adjustment (SOA) yang menunjukkan seberapa cepat indikator profitabilitas dan stabilitas menyesuaikan diri menuju keseimbangan atau target optimalnya setelah terjadi deviasi. Selain itu, analisis Impulse Response Function (IRF) digunakan untuk mengamati respons dinamis variabel profitabilitas dan stabilitas terhadap guncangan (shock) pada variabel utama dalam kerangka SCP dalam waktu yang panjang. Sementara itu, Forecast Error Variance Decomposition (VARDEC) dimanfaatkan untuk mengidentifikasi besarnya kontribusi masing-masing variabel dalam menjelaskan variasi perubahan profitabilitas dan stabilitas pada BPD. Regional Development Banks (BPD) in Indonesia, particularly conventional banks, have a unique phenomenon. BPDs have a market share of assets that is still lower (smallest) than other bank groups, while BPD liquidity and profitability are in good (healthy) condition. This shows that, even though the BPD group performs well, it still lags behind in engaging with the national market to keep up with developments. In terms of financial stability dynamics, although Indonesian banking has the lowest average profitability and stability among the ASEAN-5, the profitability and stability of the Regional Development Bank (BPD) group makes a greater contribution than those of other bank groups. The dynamics of the BPD market development are stable and profitable, supported by relatively captive regional markets and strong institutional relationships with local governments and regional BPD champions, resulting in stable funding sources and more controlled risks. Therefore, although BPD shows good financial performance, limited capital remains a major challenge in expanding market share and strengthening competitiveness at the national level.
Furthermore, the BPD Regional Champion encourages BPDs to strengthen their capital to ensure strong institutional resilience. However, several BPDs still have capital below the OJK's minimum core capital requirement of IDR 3 trillion. This situation indicates the need for support to increase capital so that these BPDs can meet regulatory requirements, strengthen their financial structures to maintain stability, and increase their capacity to perform their intermediary functions and contribute optimally to regional development, thereby becoming more competitive and sustainable. Moreover, this study focuses on the effect of BPD competition on profitability and stability. This study also aims to see BPDs entering the SCP, RMP, RES, SES, and QLH market categories. Then, the most influential are reviewed from the main variables of SCP and basic conditions.
This study employs a quantitative, panel-data approach combining time-series and cross-sectional data. The initial stage of the study focused on measuring the characteristics of structural and banking performance, specifically for Regional Development Banks (BPDs). Market power was measured using the Lerner Index to assess the bank's ability to set prices above marginal costs, while efficiency was estimated using the Data Envelopment Analysis (DEA) to assess the bank's ability to optimize input use relative to output. In addition, other research variables were calculated through financial engineering analysis to obtain comprehensive performance indicators.
The next step is to analyze the dynamics of the BPD market development over time to understand changes in market structure and behavior. Next, market identification is carried out based on the criteria proposed by Ye et al. (2012), to determine whether BPD market characteristics fall into the categories of Structure–Conduct–Performance (SCP), Relative Market Power (RMP), Efficient Structure (ES), which includes Relative Efficiency Structure (RES) and Scale Efficiency Structure (SES), or Quiet Life Hypothesis (QLH). This classification is important for understanding the competitive mechanisms underlying BPD profitability.
After identifying market characteristics, this study analyzes the determinants influencing BPD profitability and stability. To capture the short- and long-term relationships between variables, the Vector Error Correction Model (VECM) is used. This approach also calculates the Speed of Adjustment (SOA), which indicates how quickly profitability and stability indicators adjust toward their equilibrium or optimal target after a deviation. Furthermore, Impulse Response Function (IRF) analysis is used to observe the dynamic response of profitability and stability variables to shocks to key variables within the SCP framework over a long period. Meanwhile, Forecast Error Variance Decomposition (VARDEC) is used to identify the contribution of each variable to explaining variations in profitability and changes in stability in BPDs.
Collections
- DT - Business [384]
