Pengaruh Teknologi Pada Masyarakat Pedesaan
Abstract
Tulisan ini menelaah dampak penetrasi teknologi modern terhadap struktur sosial-ekonomi masyarakat pedesaan di Indonesia, dengan fokus utama pada pola pertanian sawah di Jawa. Sajogyo membedakan dua tipologi ekologi kebudayaan: pola sawah dengan pengairan dan pola berladang berpindah-pindah. Ia menganalisis struktur ekonomi desa melalui tiga fungsi lembaga adat: pengatur penguasaan sumber daya (tanah/air), pengatur pemanfaatan tenaga kerja, dan pengatur pembagian hasil produksi.
Naskah ini menyoroti transisi dari teknologi tradisional ke teknologi maju (seperti varietas unggul dan mekanisasi) yang dibawa oleh program modernisasi seperti Bimas. Sajogyo secara kritis mengamati bagaimana perubahan teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mengubah hubungan kerja, seperti munculnya sistem "tebasan" yang membatasi partisipasi buruh tani dalam panen. Penulis menekankan adanya ancaman polarisasi sosial yang semakin tajam antara pemilik lahan dan golongan tunakisma (buruh tani) jika pembangunan tidak dibarengi dengan penguatan demokrasi ekonomi di tingkat desa.
Collections
- Sajogyo [84]

