Indeks Mutu Hidup: Indikator Sosial Hasil Pemerataan Pembangunan.
Abstract
Tulisan ini membahas penggunaan Physical Quality of Life Index (PQLI) yang diindonesiakan menjadi Indeks Mutu Hidup (IMH) sebagai instrumen untuk mengevaluasi hasil pemerataan pembangunan di Indonesia pada periode 1971-1980. IMH disusun berdasarkan tiga indikator utama: Angka Kematian Bayi (AKB), Harapan Usia Hidup pada umur satu tahun (HH), dan tingkat melek huruf orang dewasa (15 tahun ke atas). Data penelitian bersumber dari Sensus Penduduk tahun 1971 dan 1980.
Temuan utama menunjukkan bahwa selama periode tersebut, IMH Indonesia meningkat dari 45 menjadi 57. Meskipun terdapat kemajuan, proses pengurangan kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan berjalan lambat. Tulisan ini juga memperkenalkan konsep "IMH-plus" yang menambahkan variabel fertilitas (Total Fertility Rate/TFR) sebagai unsur keempat untuk meningkatkan kepekaan indeks terhadap dinamika sosial di masyarakat. Selain melakukan evaluasi masa lalu, Sayogyo juga menggunakan Disparity Reduction Rate (LKS) untuk memproyeksikan pencapaian target mutu hidup pada tahun 2000, yang menyimpulkan bahwa masih diperlukan upaya besar khususnya bagi penduduk pedesaan. ...
Collections
- Sajogyo [84]

