Pertanian, Landasan Tolak Bagi Pengembangan Bangsa Indonesia
Abstract
Tulisan ini merupakan naskah pengantar kritis yang disusun oleh Sajogyo untuk memberikan konteks sejarah dan koreksi empiris terhadap teori "Involusi Pertanian" Clifford Geertz. Studi lapangan Geertz dan beberapa mahasiswa Amerika Serikat di Jawa, mengikuti pola pemikiran Redfield (pola kebudayaan dalam tradisi agung dan kecil), dan Steward (pola struktur, kaitan antara integrasi komunitas, daerah dan nasional). Kedua pemikiran itu dipakai untuk menempatkan kasus di wilayah yang lebih kecil ke dalam pola masyarakat dan kebudayaan Jawa dan Indonesia. Geertz lewat bukunya membawa ambisi pandangan lebih luas bahwa seorang antropolog seperti dirinya tak akan segan meminjam alat analisa ilmu sejarah dan ekonomi untuk meninjau secara makro (nasional).
Konsep lain yang dipinjam Geertz dari Steward adalah “ekologi kebudayaan”. Konsep itu menaruh perhatian pada inti pola kebudayaan masyarakat bersangkutan, yaitu serangkaian unsur-unsur sosial politik-kepercayaan yang paling nyata menentukan beragam cara masyarakat untuk menjamin kehidupan ekonomi dari lingkungannya. Dengan konsep-konsep ini, Geertz menjelaskan bahwa taraf perkembangan masyarakat Jawa merupakan hasil perkembangan sejarah penjajahan. Perekonomian Hindia Belanda mengenal sistem yang dualistik, khususnya pada masa Tanam Paksa 1830-1870, yaitu memberikan pemisahan dua sektor. Sektor pertama adalah ekonomi ekspor (dukungan kapitalisme, berkuasa dalam pengaturan harga dan upah) dan yang kedua adalah ekonomi pedesaan (usahatani, industri rumah dan perdagangan kecil). Sektor kedua ini dipaksa memberi subsidi (upah dan sewa tanah) untuk mendorong sektor pertama yang menghasilkan gula untuk ekspor. ...
Collections
- Sajogyo [84]

