Estimasi Sampah Operasional Armada Jala Jatuh Berkapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke Jakarta
Abstract
Kegiatan operasional armada jala jatuh berkapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke berpotensi menimbulkan timbulan sampah dalam jumlah besar yang dapat berdampak terhadap pencemaran laut apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan komposisi sampah operasional, mengestimasi jumlah timbulan sampah armada jala jatuh berkapal berukuran 20–30 GT, serta mengkaji implikasi pengelolaannya terhadap penerapan kebijakan pengelolaan sampah kapal perikanan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapang dan wawancara terhadap 50 responden yang terdiri atas awak kapal dan pemilik kapal. Estimasi timbulan sampah dihitung berdasarkan rata-rata sampah yang dihasilkan per trip penangkapan dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik serta gap analysis terhadap regulasi yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata timbulan sampah operasional mencapai 201,93 kg per kapal per trip, dengan sampah konsumsi sebagai komponen terbesar sebesar 66%, diikuti sampah mesin 30% dan sampah alat tangkap 4%. Total timbulan sampah armada jala jatuh berkapal di PPN Muara Angke diperkirakan mencapai 971,46 ton per tahun. Pengelolaan sampah di atas kapal masih belum optimal akibat keterbatasan fasilitas penampungan dan rendahnya kesadaran nelayan, sehingga sebagian sampah masih dibuang ke laut. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan fasilitas, pengawasan, dan edukasi sebagai upaya perbaikan pengelolaan sampah operasional kapal perikanan secara berkelanjutan.
