Struktur Pasar dan Dinamika Daya Saing Ekspor Karet Alam TSNR Indonesia di Pasar Jepang
Abstract
Karet alam TSNR merupakan komoditas unggulan ekspor karet olahan Indonesia
yang mendominasi di pasar Jepang. Namun, kinerja ekspornya masih menghadapi
kendala internal berupa rendahnya produktivitas dan kualitas karet alam, serta
tekanan eksternal seperti rendahnya harga karet alam global dan meningkatnya
persaingan antarnegara eksportir. Penelitian ini menganalisis struktur pasar dan
dinamika daya saing ekspor karet alam TSNR Indonesia di pasar Jepang selama
periode 2010-2024. Metode penelitian mencakup Herfindahl-Hirschman Index
(HHI), Concentration Ratio (CR4), Revealed Comparative Advantage (RCA),
serta Dynamic RCA (DRCA). Hasil menunjukkan struktur pasar karet alam TSNR
di Jepang bersifat oligopoli hingga monopoli dengan tingkat konsentrasi pasar
tinggi. Karet alam TSNR Indonesia memiliki daya saing yang kuat, tercermin dari
nilai RCA tertinggi dibandingkan pesaing. Namun, dinamika posisi daya saing
menunjukkan fluktuasi dengan tren menurun, dari posisi Falling Star, Lagging
Retreat, sempat mencapai puncak di Rising Star, kemudian menurun ke Lagging
Opportunity hingga Lost Opportunity. Dengan demikian, diperlukan strategi
penguatan daya saing melalui upaya peningkatan produktivitas dan perbaikan
kualitas produk, serta penguatan kebijakan ekspor yang adaptif dan berkelanjutan. TSNR natural rubber is Indonesia's leading processed rubber export commodity,
dominating Japanese market. However, its export performance still faces internal
constraints by low productivity and quality, also external pressures such as low
global rubber prices and increasing competition among exporters. This study
analyzes market structure and dynamics competitiveness of Indonesian TSNR
exports in Japanese market during period 2010-2024. Research methods include
the Herfindahl-Hirschman Index (HHI), Concentration Ratio (CR4), Revealed
Comparative Advantage (RCA), and Dynamic RCA (DRCA). Results show that the
market structure of TSNR in Japanese market is oligopolistic to monopolistic with
high level of market concentration. Indonesian TSNR has strong competitiveness,
reflected in highest RCA value compared to its competitors. However, dynamics
competitiveness show fluctuations with a downward trend,, from Falling Star,
Lagging Retreat, reaching a peak at Rising Star, then declining to Lagging
Opportunity and finally Lost Opportunity. Thus, a strategy to strengthen
competitiveness is needed through efforts to increase productivity and improve
product quality, as well as strengthening adaptive and sustainable export policies.
Collections
- UT - Agribusiness [4789]
