View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Animal Science
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Dissertations
      • DT - Animal Science
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Agronomis dan Nutrisi Kacang Koro Pedang (Canavalia Ensiformis) sebagai Sumber Pakan

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (4.799Mb)
      Fulltext (2.407Mb)
      Lampiran (2.556Mb)
      Date
      2026
      Author
      Armaji, Yone
      Abdullah, Luki
      Soewondo, Panca Dewi Manu Hara Karti
      Astuti, Dewi Apri
      Nahrowi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia memiliki iklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Produksi hijauan umumnya lebih melimpah pada musim hujan, namun lebih sedikit pada musim kemarau. Salah satu legum yang berpotensi untuk memenuhi kebutuhan nutrien ternak ruminansia adalah Canavalia ensiformis yang dikenal kacang koro pedang. Kacang koro pedang berpotensi menjadi tanaman yang tahan terhadap penyakit, hama, dan kondisi lingkungan yang merugikan dan tumbuh relatif mudah di lahan kering, semi-kering dan lahan marjinal serta dapat menghasilkan produksi yang tinggi di daerah dengan suhu tinggi, dataran rendah, dan kelembaban tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon tanaman kacang koro pedang yang diberikan perlakuan dosis pemupukan daun Boron yang dikombinasikan dengan penggunaan mikoriza (Miko-Seedcookies/Miko-SC), terhadap pertumbuhan, produksi biji, kandungan nutrient biji dan hijauan kacang koro pedang serta mengevaluasi ransum ternak ruminansia yang diberikan hijauan kacang koro pedang secara in vitro dan kandungan anti nutrisinya. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 tahap penelitian. Tahap pertama merupakan tahap budidaya tanaman kacang koro pedang yang diberikan perlakuan dosis pupuk daun Boron yang berbeda yaitu dosis 0, 23, 46 dan 69 ppm yang dikombinasikan dengan Miko-SC dengan berat 13, 26 dan 53 g. Pada tahap ini mengevaluasi respon agronomi dari tanaman kacang koro pedang seperti pertumbuhan, produksi biji, produksi hijauan dan kualitas biji yang dihasilkan. Studi menemukan penggunaan pupuk daun Boron berbagai dosis yang dikombinasikan dengan Miko-SC tidak berpengaruh nyata terhadap komponen pertumbuhan seperti diameter batang, tinggi tanaman, panjang dan lebar daun kelima, biomasa hijauan, produksi polong/plot, produksi polong pertanaman, berat polong akan tetapi mempercepat waktu panen hanya 98 hari setelah tanam (HST). Pemberian pupuk Boron pada dosis 46 ppm yang dikombinasikan dengan berat Miko-SC 26 g merupakan dosis optimal untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas benih kacang koro pedang seperti pada parameter berat biji per 1.000 butir, produksi biji dan daya kecambah. Penelitian tahap kedua dan ketiga memperoleh kandungan nutrien biji dan hijauan kacang koro pedang seperti proksimat, Ca, P, Mg, Mn, Cu, Zn, B, pepsin digestibility, total asam amino, skor kimia, asam amino indeks dan total digestible nutrient (TDN). Hasil penelitian tahap ini ditemukan perlakuan kombinasi pupuk daun Boron dengan inokulasi Miko-SC memberikan dampak positif terhadap kandungan nutrien yang terkandung pada biji kacang koro pedang. Dosis optimal pupuk daun Boron sebesar 69 ppm yang dikombinasikan dengan berat Miko-SC seberat 26 g. Dosis ini direkomendasikan untuk meningkatkan nutrien biji kacang koro pedang yang dapat dimanfaatkan dalam formulasi pakan serta pakan ternak yang bernutrien tinggi dan tanpa menimbulkan efek toksisitas. Pada penelitian tahap ketiga ini didapatkan bahwa pemberian pupuk daun Boron berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia daun kacang koro pedang. Kombinasi perlakuan 23 ppm B dengan berat Miko-SC 26 g memberikan hasil terbaik karena meningkatkan kualitas nutrien hijauan kacang koro pedang, sehingga mempunyai potensi untuk menjadi sumber hijauan yang berkualitas dan aman untuk formulasi pakan ruminansia. Penelitian tahap keempat mengevaluasi ransum penelitian yang ditambahkan hijauan kacang koro pedang sebesar 0, 10, 20 dan 30% secara in vitro dan kandungan anti nutrisinya. Dari penelitian tahap ini dapatkan penambahan hijauan kacang koro pedang hingga 30% dalam ransum meningkatkan protein kasar dari 15,74% menjadi 18,34% dan tetapi mempertahankan nilai TDN diatas 68%. Penambahan hingga 30% merupakan kombinasi terbaik yang dapat memperbaiki nilai KCBK dan KCBO serta meningkatkan produksi VFA. Hijaua kacang koro pedang dapat sebagai bahan pakan yang meningkatkan kecernaan dan pasokan energi mikroba pada rumen meskipun menaikan kadar NH3 tetapi masih dalam kondisi aman untuk ternak, dan pH yang tetap stabil. Untuk kandungan antinutrisinya pada tanin menurun secara signifikan, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan protein. Pada kandungan asam sianida (HCN), tripsin inhibitor terjadi peningkatan namun masih di bawah ambang toksik bagi ruminansia, sehingga tidak menghambat aktivitas mikroba selulolitik dan masih aman untuk dikonsumsi oleh ternak. Formulasi ransum yang mengandung hingga 10 – 30% kacang koro masih sesuai dengan beberapa Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pakan ternak kambing, domba dan sapi baik untuk tujuan penggemukan maupun pemerahan susu. Penelitian ini membuktikan perlakuan pupuk daun Boron dosis 46 ppm dengan berat Miko-SC 26 g meningkatkan pertumbuhan, produktivitas, kandungan nutrien biji dan hijauan kacang koro pedang serta mempercepat waktu panen, kombinasi pupuk daun Boron dosis 46 ppm dengan Miko-SC berat 26 g merupakan perlakuan terbaik pada penelitian ini. Penambahan hijauan kacang koro pedang hingga 30% dalam ransum meningkatkan kecernaan, produksi VFA dan NH3, menurunkan kandungan PH, dan kandungan zat anti nutrisi masih aman untuk ternak. Kacang koro pedang berpotensi sebagai leguminosa multifungsi yaitu sebagai sumber pangan dan sumber bahan pakan fungsional. Penambahan hijauan kacang koro pedang 10 – 30% memenuhi beberapa standar SNI untuk pakan ternak kambing, domba dan sapi baik untuk tujuan penggemukan maupun produksi susu.
       
      Indonesia has characterized by a tropical climate with only two seasons, namely the rainy and dry seasons; therefore, forage production is more abundant during the rainy season and declines markedly during the dry season. One legume with considerable potential to meet the nutritional requirements of ruminant livestock is Canavalia ensiformis, commonly known as jack bean. This species is recognized for its tolerance to diseases, pests, and adverse environmental conditions, and it is capable of growing relatively well on dry, semi-arid, and marginal soils. Moreover, high productivity can be achieved under conditions of elevated temperature, low altitude, and high humidity. The present study was conducted to evaluate the response of jack bean to foliar Boron (B) fertilization combined with arbuskula fungi mycorrhiza application (Mikoseed-cookies/Miko-SC), with respect to plant growth, seed nutrient composition, forage nutrient composition, as well as to assess ruminant rations containing sword jack bean forage through in vitro evaluation and analysis of anti-nutritional compounds. This research was carried out in four experimental stages. The first stage involved the cultivation of jack bean subjected to different foliar B fertilizer level (0, 23, 46, and 69 ppm) combined with Miko-SC at application rates of 13, 26, and 53 g. At this stage, agronomic responses of jack bean, including growth parameters, seed yield, forage yield, and seed quality, were evaluated. The results indicated that the combined application of foliar B fertilizer and Miko-SC did not significantly affect growth components such as stem diameter, plant height, length and width of the fifth leaf, forage biomass, pod yield per plot, pod yield per plant, and pod weight; however, harvest time was accelerated to 98 days after planting. Meanwhile, foliar B application at 46 ppm combined with 26 g of Miko-SC was identified as the optimal treatment for enhancing productivity and seed quality, as indicated by improvements in 1,000 seed weight, total seed yield, and germination percentage. The second and third phases of the study determined the nutrient composition of seeds and forage of jack bean (Canavalia ensiformis), including proximate composition, Ca, P, Mg, Mn, Cu, Zn, B, pepsin digestibility, total amino acids, chemical score, amino acid index, and total digestible nutrients (TDN). The research samples was obtained from previously tagged jack bean plants at seed harvest. The results of this phase indicated that the combined application of foliar Boron fertilizer and Miko-SC inoculation had a positive effect on the nutrient composition of jack bean seeds. The optimal foliar Boron dose was 69 ppm when combined with 26 g of Miko-SC. This dosage was recommended to enhance the nutrient content of jack bean seeds, which can be utilized in functional feed formulations and high-nutrient livestock feeds without inducing toxic effects. In the third phase of the study, research samples was collected from the forages harvest of previously tagged jack bean plants. This phase demonstrated that foliar Boron application significantly affected the chemical characteristics of jack bean forages. The combination treatment of 23 ppm Boron with 26 g of Miko-SC produced the best results by improving the nutritional quality of jack bean forages, thereby indicating its potential as a high-quality and safe forage source for ruminant feed formulation. The fourth phase of the study evaluated the experimental diets supplemented with jack bean (Canavalia ensiformis) forage at inclusion levels of 0, 10, 20, and 30% through in vitro analysis, along with the assessment of their anti-nutritional contents. This phase demonstrated that the inclusion of jack bean forage up to 30% in the diet increased crude protein content from 15.74% to 18.34%, while maintaining total digestible nutrient (TDN) values above 68%. This treatment represented the optimal combination for improving dry matter digestibility and organic matter digestibility, increasing volatile fatty acid (VFA) production, elevating NH3 concentration while remaining within safe limits for livestock, and maintaining stable rumen pH values. Regarding anti-nutritional factors, tannin content decreased significantly, thereby potentially enhancing protein utilization efficiency. Although hydrogen cyanide (HCN) and trypsin inhibitor contents increased, their levels remained below the toxic thresholds for ruminants, indicating no inhibition of cellulolytic microbial activity and ensuring safety for livestock consumption. Diet formulations containing up to 10 – 30% jack bean forage was consistent with several Indonesian National Standards (SNI) for goat, sheep, and cattle feeds, for both fattening and dairy production purposes. This study demonstrated that foliar application of Boron fertilizer at a concentration of 46 ppm combined with 26 g of Miko-SC significantly enhanced growth, productivity, and nutrient content of both seeds and forage of jack bean, while also accelerating harvest time. The combination of 46 ppm Boron foliar fertilizer and 26 g Miko-SC was identified as the best treatment in this study. Inclusion of sword bean forage up to 30% in the diet improved digestibility, VFA and NH3 production, reduced pH values, and maintained anti-nutritional compound levels within safe limits for livestock. Jack bean showed strong potential as a multifunctional legume, serving as both a food source and a functional feed ingredient. Inclusion levels of 10 – 30% sword bean forage met several SNI requirements for goat, sheep, and cattle feeds intended for both fattening and milk production.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172774
      Collections
      • DT - Animal Science [364]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository