Model Simulasi Perkembangan Penyakit Tanaman Berbasis Agroklimatologi Untuk Prediksi Penyakit Hawar Daun Kentang (Phytophthora infestans)
View/ Open
Date
2005Author
Sulistiono, Rudi
Handoko
Baharsjah, Justika S.
Sinaga, Melty S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk membangun model simulasi penyakit hawar daun kentang guna peramalan dini kejadian epidemik penyakit. Model disusun berdasarkan pengembangan model simulasi tanaman sebelumnya (Handoko, 1992 & 1994) yang terdiri dari submodel perkembangan tanaman, pertumbuhan tanaman, neraca air dan submodel perkembangan penyakit tanaman. Percobaan lapang dilakukan untuk mendapatkan data cuaca, indeks luas daun dan keparahan yang digunakan dalam penyusunan model simulasi penyakit tanaman serta validasinya. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok, 5 perlakuan fungisida dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa epidemik penyakit hawar daun kentang sangat dipengaruhi oleh periode kebasahan daun yang ditentukan oleh curah hujan. Serangan patogen hawar daun menurunkan indeks luas daun dan hasil umbi masing-masing sebesar 87% dan 77%. Aplikasi fungisida dapat dianjurkan pada umur 55 HST saat gejala keparahan penyakit 5%, karena tidak menurunkan produksi umbi kentang. Penelitian ini menghasilkan model simulasi perkembangan penyakit hawar daun kentang yang terdiri dari 4 submodel, yaitu submodel (1) neraca air, perkembangan tanaman, pertumbuhan tanaman dan perkembangan penyakit dalam populasi tanaman. Secara umum, model dapat menjelaskan proses pertumbuhan tanaman dan kebasahan daun yang dapat mensimulasi gejala awal timbulnya epidemik penyakit hawar daun dan aplikasi fungisida. Model simulasi yang disusun dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan dalam pengelolaan tanaman kentang terutama waktu tanam dan aplikasi fungisida yang tepat ...
