View Item 
      •   IPB Repository
      • IPB Scholar
      • Sajogyo
      • View Item
      •   IPB Repository
      • IPB Scholar
      • Sajogyo
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Indikator Pemerataan Pendapatan Dan Pemilikan

      Thumbnail
      View/Open
      Makalah (2.125Mb)
      Date
      1985
      Author
      Sajogyo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tulisan ini menelaah kembali sistem "Indikator Kesejahteraan Rakyat" (InKesRa) dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional Indonesia, khususnya kebijakan "Delapan Jalur Pemerataan" yang berlaku sejak Repelita III. Fokus utama makalah ini adalah mengevaluasi sejauh mana data statistik yang dikumpulkan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) mampu memotret realitas ketimpangan pendapatan dan kepemilikan aset di masyarakat. Sajogyo mengkritisi kecenderungan data agregat yang sering kali mengabaikan nasib golongan berpenghasilan rendah seperti nelayan, buruh tani, dan petani penggarap. Dalam kerangka pemikiran “delapan jalur pemerataan”, terdapat lima jalur yang berada dalam satu mata rantai untuk merinci apa saja yang menentukan pemenuhan kebutuhan dasar secara lebih merata, yaitu (1) peluang berusaha dan bekerja, (2) tingkat pendapatan, (3) pangan, sandang, perumahan, (4) pendidikan dan (5) kesehatan. Sementara itu, tiga jalur lainnya merupakan metode untuk mencapai kelima pemerataan tersebut, yaitu (6) peran serta masyarakat, (7) pemerataan antar-daerah, dan (8) ketertiban hukum. BPS belum menopang tujuan GBHN lewat penyajian laporan InKesRa dalam hal data pemerataan pembangunan berdasarkan klasifikasi golongan berpenghasilan rendah. Melalui analisis data dari Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE/SAM) dan studi kasus seperti penelitian Keuning mengenai distribusi pendapatan di sektor pertanian, Sajogyo menunjukkan adanya ketimpangan struktural yang tajam. Sebagai contoh, distribusi hasil usahatani antara petani pemilik lahan luas dengan petani gurem menunjukkan kesenjangan hingga 36 kali lipat setelah memperhitungkan sistem sewa/sakap (bagi hasil). Makalah ini juga membahas metodologi pengukuran ketidakmerataan oleh R. Downey pada aspek non-pangan, seperti perumahan dan kepemilikan barang rumah tangga, menggunakan klasifikasi sosial-ekonomi yang lebih rinci.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172729
      Collections
      • Sajogyo [84]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository