Pangan dan Gizi dalam Pembangunan Semesta
Abstract
Naskah ini merupakan pemikiran mendalam Prof. Sajogyo yang memposisikan pangan dan gizi sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan manusia dalam menyongsong Pelita IV. Sajogyo menjelaskan bahwa kecukupan pangan dan gizi khususnya ibu dan anak adalah indicator keberhasilan suatu pembangunan. Namun, kecukupan pangan dan gizi dari suatu masyarakat tidak hanya ditentukan oleh satu faktor tunggal (seperti produksi pangan), melainkan hasil interaksi dari lima faktor utama: (1) persediaan pangan baik produksi maupun perdagangan bahan pangan, (2) kemampuan menjangkau pangan baik secara ekonomi maupun fisik, (3) kemauan memperoleh makanan berdasarkan budaya, pengetahuan, dan selera (hasil dari keduanya), (4) tingkat pemanfaatan pangan berupa pengetahuan pangan dan cara pengolahannya, dan (5) tingkat kesehatan dan kondisi gizi perorangan. Jalur Pangan dan Gizi ini diintegrasikan dengan 8 Jalur Pemerataan Plus yang dikembangkan oleh Sajogyo sebagai bentuk membuka jalan peluang pemerataan bagi lapis paling lemah di pedesaan.
Untuk mengukur tingkat pemerataan ini, Sajogyo memaparkan penggunaan berbagai alat ukur kesejahteraan dan pemerataan, mulai Indeks Mutu Hidup (IMH) yang berfokus mendasar pada Angka Kematian Bayi (di bawah 1 tahun), Angka Harapan Hidup (lewat umur 1 tahun) dan Tingkat Melek Huruf (umur 16 tahun), Laju Pengurangan Kesenjangan (LKS), dan melengkapi konsep Garis Kemiskinan yang ia kembangkan sendiri berdasarkan setara nilai setara beras. Tulisan ini menjadi landasan penting berkembangnya gagasan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). ...
Collections
- Sajogyo [84]

