Menuju Kecukupan Pangan: Suatu Kerangka Kebijakan dan Evaluasi
Abstract
Naskah ini merupakan evaluasi kritis Prof. Sajogyo terhadap kebijakan pembangunan nasional Indonesia (Trilogi Pembangunan) dengan fokus khusus pada pemenuhan akan kecukupan pangan dan gizi. Sajogyo menempatkan masalah kecukupan pangan bukan hanya sebagai masalah teknis-pertanian (sisi produksi dan penyediaan pangan semata), melainkan sebagai bagian integral dari strategi "Delapan Jalur Pemerataan" yang dikembangkan oleh Pemerintah sebagai pedoman pembangunan Orde Baru saat itu. Naskah ini kelak akan dikembangkan oleh Sajogyo menjadi gagasan “Delapan Jalur Pemerataan Plus”.
Sajogyo menganalisis bahwa rumah tangga, sebagai unit sosial terkecil menjadi penentu keberhasilan pembangunan. Naskah ini membedah bagaimana peluang berusaha dan peluang bekerja menjadi kunci yang menentukan tingkat pendapatan, yang pada gilirannya menjadi "pintu masuk" bagi rumah tangga untuk menjangkau kebutuhan dasar lainnya seperti pangan, sandang, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Dengan kata lain, kecukupan pangan dan gizi adalah dampak dari terbukanya peluang-peluang dari 8 jalur pemerataan tersebut.
Namun, yang paling penting dari naskah ini adalah Sajogyo menegaskan konsepsi pembangunan yang berpihak kepada 40 persen masyarakat golongan paling lemah, khususnya di pedesaan yang bekerja sebagai petani gurem dan buruh tani. Tak hanya itu, keberpihakan itu lebih spesifik kepada bagaimana mengembangkan alternative pembangunan yang mencakup petani palawija (jagung, singkong, sorgum dll) dalam mengembangkan usaha bertaninya di tengah potensi meningkatnya kebutuhan daging di wilayah perkotaan, tanpa mengubah akses dan pemanfaatan terhadap aneka ragam pangan yang juga diproduksinya (Sajogyo menjelaskan dengan semakin Pemerintah menggenjot beras, kebutuhan kalori masyarakat Miskin semakin menurun akibat menyempitnya peluang alternative sumber kalori!). ...
...
Collections
- Sajogyo [84]

