Dua Jenis Pertemuan, Apakah Bersambungan?
Abstract
Dari membaca Surat Kabar Warta Kota (kelompok Surat Kabar Kompas), Jakarta, yang tersebar di wilayah JaBoDe TaBek) yang bersemboyan "Informasi pasti masyarakat kota diterbitkan Minggu, tanggal 22 Desember 2002 lalu (hal.3) tersajikan dua tulisan pewawancara Sugiyanto, kami kutip "ramalan tahun 2003". Siapa sumber peramalan itu?
Pertama Ny. Lauren Pasaribu ("Banjir masih mengancam Jakarta", judul pilihan pewawancara) dan kedua, dari Tn.Kang Hong Kian, judul pilihan pewawancara "2003, tahun penuh fatamorgana".
Disini disajikan kutipan selektif, sebagian ramalan Ny. L. Pasaribu.....(menjawab pertanyaan "bagaimana dengan prediksi situasi ekonomi?", setelah menyoroti "prediksi situasi politik"). (inilah dia) "Akan ada serangan angin, hujan dan panas yang merusak tanaman. Juga terjangkitnya penyakit pada hewan. Selain ada yang mental karena tandukan. (Di sisi lain, masih banyak juga yang menikmati keuntungan-keuntungan besar dari pelambang se-tanduk emas tadi, seperti penambang pasir, kebun buah-buahan juga tanaman obat (maaf, perlu diseling catatan penjelasan: peramalan ini berdasar petunjuk horoskopi berdasar perhitungan budaya Cina yang membagi tahun-tahun atas "tanda binatang". Misal; tahun ini masih tahun kuda, tahun depan tahun kambing. Nasib anda di suatu tahun terpengaruh oleh tahun kelahiran anda: tahun binatang mana?) (lanjutannya...) pengusaha kecil dan menengah harus banyak mendapat perhatian. Karena akan ada gerakan pemberdayaan diri secara besar-besaran. Pemerintah harus mencermati ekonomi yang dikendalikan oleh kalangan usaha kecil dan menengah ini. Karena kenyataannya, mereka ini yang tetap bertahan ditengah badai krisis dan menjadi penyelamat ekonomi nasional dengan perputaran roda perekonomian rakyat. Tahun kuda (2002) masih besar pengaruhnya hingga bulan April 2003".
Dan apa yang diramalkan oleh Tuan Tan Hong Kian atas pertanyaan pewawancara "ekonomi 2003 diprediksi akan lebih terbuka, bagaimana anda menghadapi hal ini?" (jawabannya) "Ya, peluang-peluang lebih terbuka. Tapi, jangan lupa, yang palsu juga meningkat. Di depan mata dilihat itu sebagai peluang, tapi kenyataannya hanya "fatamorgana" (artinya: bayangan, bukan kenyataan). (lanjutannya...) Kita jangan terlena oleh jebakan-jebakan manis. Jangan cepat bertanya oleh bujuk rayu mitra kerja kita. Yang dilihat di permukaan bagus belum tentu yang seberiamya. Bisa jadi sebaliknya. Kalau kita bicara tentang bisnis secara global, diramalkan tidak akan sebaik tahun lalu. Peluangnya semakin menipis. Ini tentu saja akan meningkatkan persaingan yang lebih ketat lagi. Terlebih Indonesia terlahir di tahun ayam (1945) yang artinya punya ikatan yang sangat erat dengan Cina yang lahir di tahun sapi. Tentu kita tak berharap bahwa kita selalu punya ketergantungan dengan negara lain. Saya yakin kita bisa mandiri. Maka kita harus menyelami diri kita, introspeksi, mencari peluang-peluang yang cocok diterapkan disini, adalah bidang yang cocok untuk kita lakukan, bidang yang kita telah kita miliki selama bertahun-tahun. Yang saya maksudkan adalah bahwa agroindustri, agrobisnis merupakan tulang punggung pilar ekonomi kita." (selesai kutipan selektif ini) ...
Collections
- Sajogyo [84]

