Desa-Desa Transmigran Spontan Di Kecamatan Kalirejo Lampung Tengah
Abstract
Usaha pemerintah Hindia Belanda sejak 1905 memindahkan petani-petani Jawa ke daerah Lampung, Sumatera Selatan, mula mula melalurkan suatu enclave desa desa kolonsası masyarakat Jawa di Gedongtataan dan sekitarnya, dua puluh kilometer di sebelah barat Tanjungkarang, ibukota Lampung yang berpelabuhan Telukbetung Kemudian, tahun 1926, enclave itu diperluas lagı, sampai kıra kıra tigapuluh kilometer ke barat tumbuh Pringsewu Demikian makan luaslah di daerah atu, pemandangan persawahan seperti desa-desa di Jawa, enclave sosial, pola kebu-dayaan dan pola ekologi yang berbeda, di tengah tengah masyarakat Lampung yang berladang dan berkebun kopi dan lada Di sebelah selatan Pringsewu, da tept tepi Rawa Kementara yang subur, masih sempat dilalurkan pula selama masa Pe rang Dunia ke II, desa desa baru pendatang pendatang Jawa, yang bernaung di ba wah ikatan marya Hal ini mungkin, karena sejak 1928, marga di Lampung diakun sebagai inlandse gemeente oleh pemenntah jajahan (Zwaal, 1936, Royen, 1932) Perabukaan desa desa baru da bagian selatan ini, sebagian damaksud untuk menam pung transmigran transmigran Jawa yang mengundurkan diti dan lam lain bagian daerah perintisan di Lampung, misalnya dari daerah perintasan besar besaran yang sejak 1935 oleh pemerintah jajahan telah dialihkan ke dataran rendah Lampug Tengah Sukadana dan Metro
Dan daerah Gedongtataan-Pringsewu itu sendiri, yang sudah dirasakan "pa dat penduduk dengan tanda tanda "usia tua", menyerupai masyarakat pedesaan di Jawa, sudah banyak pula yang pindah ke bagian bagian pinggiran selatan itu, hahkan dapat dipastikan bahwa dan golongan tua itulah pemuka pemuka pennta an tumbul Dan desa desa kolonisasi lama itu, tercatat dalam tahun 1938 bahwa ...
Collections
- Sajogyo [84]
