Timbulnya “Desa Jawa” Dari Masyarakat Transmigran Spontan
Abstract
Sukoharjo merupakan kampung kolonisasi Jawa, pangkalan per-tama di sebelah utara sungai W Sekampung, yang dırıntıs sebelum perang, (1938) di bawah ikatan marga W Semah
Pengembangan daerah itu oleh transmigran spontan sudah dimulai sejak tahun 1950, dengan pemberian ızın perıntısan oleh 2 marga marga W Semah (pesirah di Gedongtataan) yang menghasilkan pusat perin-tisan Banyumas, di bagian hulu W Waya dan marga Anak Tuha (pesirah di Hadujangratu) dengan pusat perintisan Kalırejo, di bagian lebih ke hılır darı W Waya Pusat perintisan baru Banyumas terletak dı sebelah barat Sukoharjo, masih ikut kabupaten Lampung Selatan, sedangkan di sebelah utara Sukoharjo pusat perıntısan baru Kalırejo ikut Kabupaten Lampung Tengah Pelamar-pelamar untuk masing-masing perintisan baru berasal darı daerah kolonisası (sekitar Pringsewu) atau darı kampung-kampung kolonisası lama di wilayah marga Bagı pelopor yang minta izin perintisan baru tersebut hal itu ada yang berarti pindah ke marga laın Yang berasal dari daerah "enclave kolonısası", ada yang baru pertama kali itu berurusan dengan wewenang marga untuk men-dapat tanah baru
Dalam semua hal itu tak pernah pada waktu itu terdengar adanya tuntutan darı marga kepada pendatang-pendatang baru itu untuk membayar "ulasan" Apa yang menjadi "peraturan" darı pemerintah Hindia Belanda dulu, rupa-rupanya masih dikuti oleh pihak marga Dan mungkin pula karena kepala marga sudah lebih senang, dalam memba-yangkan bertambahnya pendapatan yang akan diterima karena penda-tang-pendatang baru itu di kemudian harı, seandainya peraturan-per-aturan marga dukuti pula dalam hal itu penghasilan darı uang tebusan wajib kerja marga, sebagian darı janggolan, dan upah memungut pajak Jika dalam hal ini jaman Jepang dan tahun-tahun pertama revolusı ...
Collections
- Sajogyo [84]
