Kandungan Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Pada Spons (Aaptos Suberitoides) Hasil Transplantasi
Date
2026Author
Octaviana, Sony
Zamani, Neviaty Putri
Subhan, Beginer
Abdullah, Asadatun
Metadata
Show full item recordAbstract
Eksplorasi organisme laut sebagai sumber senyawa bioaktif semakin mendapat perhatian, khususnya spons laut yang diketahui kaya akan metabolit sekunder dengan aktivitas biologis tinggi. Salah satu spesies yang berpotensi adalah Aaptos suberitoides, yang telah dilaporkan memiliki aktivitas farmakologis, termasuk antioksidan. Namun, pemanfaatan spons umumnya masih bergantung pada pengambilan langsung dari alam, sehingga berpotensi menimbulkan tekanan ekologis. Transplantasi spons menjadi pendekatan alternatif yang menjanjikan untuk menghasilkan biomassa dan senyawa bioaktif secara berkelanjutan, namun pengaruhnya terhadap kualitas dan profil metabolit masih perlu dikaji secara mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan, kandungan total fenol dan flavonoid, serta profil metabolit sekunder spons Aaptos suberitoides yang diperoleh melalui metode transplantasi, dibandingkan dengan individu alami. Sampel spons dikoleksi dari perairan Pulau Pramuka setelah periode transplantasi selama 11 bulan. Ekstraksi dilakukan menggunakan etanol, diikuti dengan pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode ABTS, penentuan total fenol dan flavonoid secara spektrofotometri, serta karakterisasi metabolit volatil dan non-volatil menggunakan pendekatan GC-MS dan LC-MS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak spons hasil transplantasi memiliki aktivitas antioksidan yang lebih kuat dibandingkan sampel alami, yang ditunjukkan oleh nilai IC50 yang lebih rendah. Selain itu, kandungan total fenol dan flavonoid pada spons hasil transplantasi juga lebih tinggi, mengindikasikan peningkatan biosintesis metabolit antioksidan. Analisis metabolit volatil dan non-volatil menunjukkan bahwa spons Aaptos suberitoides hasil transplantasi mengalami perubahan profil kimia yang mencerminkan respons adaptif terhadap kondisi lingkungan baru. Profil metabolit volatil yang dianalisis menggunakan GC-MS memperlihatkan peningkatan keragaman senyawa, terutama pada kelompok dipeptida, senyawa heterosiklik, ester aromatik, dan hidrokarbon alifatik, yang mengindikasikan adanya modifikasi jalur metabolisme yang berkaitan dengan mekanisme perlindungan, komunikasi kimia, serta adaptasi fisiologis spons pasca-transplantasi. Sementara itu, karakterisasi metabolit non-volatil menggunakan LC-MS menunjukkan bahwa ekstrak spons hasil transplantasi tetap didominasi oleh alkaloid tipe aaptamine sebagai ciri kemotaksonomi utama Aaptos suberitoides, disertai dengan kemunculan metabolit nitrogen tambahan seperti turunan guanidine dan konjugat amina-lipid yang tidak terdeteksi pada sampel alami.
Collections
- MT - Fisheries [3246]
