Garis Kemiskinan Dan Ukuran Tingkat Kesejahteraan Penduduk
Abstract
Tahus 1984 tercatat pemakaia "garis kemiskinan" se-cara resmi di Indonesia: is tercantum dalam laporan Pelakasunan Repelits III (1979/80-1983/84). Lempiran pada Pidato Kenegaraan Presiden RI di depan sidang DPR, 16 Agustus 1984. Dari Bab I (Umum) kami kutip dari halaman 1/9:
".......Salah satu indikator penting dari pemerataan kesejahteraan rakyat adalah jumlah pe duduk yang berada di bawah garis kemiskinan apabils garis kemiskinan sebagai tingkat pengeluaran keluarga mininum yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan setara dengan 2100 kalori per ang-gota keluarga per hari serta kebutuhan pokok bukatu-patigan tertentu, maka diperoleh gambaran sebagai berikut.
Jumlah penduduk yang rumahtangganya berada di bawah garis kemiskinan yaitu yang rumahtangganya mempunyai penghasil-an di bawah tingkat penghasilan mininun tersebut, telah berkurang dari 54.2 juta orang atau 40.1% dari seluruh Poududuk dalam tahun 1976 menjadi 47.2 juta orang stau 33.3% dari seluruh penduduk dalan tahun 1978 dat kemudian berkurang lagi menjadi 40.6 juta orang atau 26.9% dari se-luruh penduduk Indonezin dalam tahun 1981".
Terlepas dari pemakaian istilah "penghasilan" dan "pengeluaran rumah tangga" yang agaknya disamakan saja dalam bagian Iaporan itu, kejadian bahwa istilah "garis kemiskiaan" sudah masuk dalan "kamus resmi" adalah pertandas baik pada pihak pimpinannasional: setelah menerima "adanya masalah" berusaha pula mengukur "besar kecilnya masalah" di dalam usaha masyarakat mengatasi masalah itu. ...
Collections
- Sajogyo [84]
