Isolasi Cendawan Kanker Buah Pada Jambu Biji Dan Infeksinya Pada Tiga Varietas
Date
2026Author
Yani, Mely Indri
Tondok, Efi Toding
Khairani, Hagia Sophia
Metadata
Show full item recordAbstract
Jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman hortikultura
dengan nilai ekonomis yang signifikan dan permintaan yang tinggi serta berpotensi
untuk bersaing di pasar global. Gangguan hama dan penyakit dapat menurunkan
produksi serta harga jual komoditas, sehingga pendapatan petani dapat menurun.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan gejala
serangan patogen Pestalotiopsis pada varietas jambu biji, serta pada 5 jenis umur
jambu kristal (1 minggu, 2 minggu, 3 minggu, 4 minggu, dan 8 minggu). Isolat
patogen didapatkan dari buah jambu kristal dari pasar Bogor. Sumber buah yang
digunakan dalam pengujian selanjutnya adalah buah jambu biji varietas jambu
kristal, jambu biji putih, dan jambu biji merah yang ditanam di pekarangan
masyarakat di Kecamatan Ciampea dan Rancabungur. Identifikasi patogen
dilakukan secara morfologi dan molekuler dengan primer ITS1 dan ITS4.
Pengamatan gejala dilakukan dengan memerhatikan gejala yang muncul di
permukaan setiap sampel buah jambu. Selain itu, juga dilakukan pemotongan buah
dan mengukur kedalaman gejala pada buah. Identifikasi secara morfologi
menunjukkan patogen kanker buah merupakan genus Pestalotiopsis. Jambu kristal
memiliki perkembangan gejala paling parah dan tercepat dibandingkan varietas
lain, serta jambu biji kristal berumur muda (1-2 minggu) memiliki keparahan
tertinggi dibandingkan jambu kristal berumur lebih tua (3-8 minggu).
Kata kunci: hama, keparahan, molekuler, morfologi, penyakit. Guava (Psidium guajava) is a horticultural crop with significant economic
value and high market demand, and it has strong potential to compete in the global
market. Pest and disease infestations can reduce yield and market price, there by
decreasing farmers’ income. This study aimed to identify and compare the
symptoms of Pestalotiopsis pathogen infection among guava varieties, as well as at
different developmental stages of crystal guava (1, 2, 3, 4, and 8 weeks). Pathogen
isolates were obtained from crystal guava fruits purchased from a market in Bogor.
The fruit sources used for subsequent experiments were crystal guava, white guava,
and red guava grown in household gardens in the Ciampea and Rancabungur
districts. Pathogen identification was carried out using morphological and
molecular approaches with ITS1 and ITS4 primers. Symptom observation was
conducted by examining the visible symptoms on the surface of each guava fruit
sample. In addition, fruits were cut to measure the depth of symptom penetration.
Morphological identification indicated that the fruit cancer pathogen belonged to
the genus Pestalotiopsis. Crystal guava showed the fastest and most severe
symptom development compared to other varieties, and younger crystal guava fruits
(1–2 weeks old) exhibited higher disease severity than older fruits (3–8 weeks old).
Keywords: disease, molecular, morphological, pest, severity
Collections
- UT - Plant Protection [2533]
