Strategi Pengelolaan Desa Wisata Braja Harjosari Berkelanjutan, Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas
Date
2026Author
Pulungan, Siti Sarah
Soekmadi, Rinekso
Sulistyantara, Bambang
Metadata
Show full item recordAbstract
Studi ini mengkaji strategi keberlanjutan Desa Wisata Braja Harjosari sebagai desa penyangga untuk Taman Nasional Way Kambas menggunakan pendekatan campuran yang menggabungkan analisis kuantitatif dan kualitatif. Latar belakang studi ini didasarkan pada peran yang semakin penting dari desa wisata di kawasan konservasi, yang tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal tetapi juga sebagai alat untuk mendukung konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai desa penyangga, Braja Harjosari memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pariwisata, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian ekosistem taman nasional.Analisis keberlanjutan dilakukan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan RapTour untuk menilai status keberlanjutan dalam dimensi ekologi, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Desa Wisata Braja Harjosari berada dalam kategori berkelanjutan moderat. Dimensi ekologi dan sosial memiliki indeks keberlanjutan yang relatif lebih tinggi, mencerminkan pelestarian kualitas lingkungan dan keberadaan modal sosial serta partisipasi masyarakat. Sebaliknya, dimensi ekonomi dan kelembagaan menunjukkan nilai yang lebih rendah, mengindikasikan tata kelola yang lemah, kapasitas kelembagaan yang terbatas, dan pemanfaatan potensi ekonomi pariwisata yang kurang optimal.
Analisis atribut sensitif mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mendorong keberlanjutan, yaitu partisipasi masyarakat, kapasitas institusional pengelola, pengelolaan lingkungan pariwisata, dan diversifikasi produk pariwisata. Selain itu, analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi strategis pengelolaan desa pariwisata berada di kuadran Kekuatan–Peluang, yang menandakan adanya peluang pengembangan yang signifikan jika kekuatan internal dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk menentukan strategi prioritas, metode Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (QSPM) digunakan, yang menghasilkan rekomendasi kunci berupa peningkatan partisipasi masyarakat, penguatan lembaga lokal, dan pengembangan kemitraan multi-pihak dengan pengelola taman nasional dan pemangku kepentingan lainnya. Secara keseluruhan, studi ini menekankan pentingnya merumuskan strategi keberlanjutan berdasarkan analisis multidimensi dan pengambilan keputusan strategis untuk memastikan pengelolaan desa pariwisata yang sejalan dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan konservasi kawasan.
Collections
- MT - Forestry [1541]
